Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Usai Venezuela, Giliran Kuba Diancam Trump

Usai Venezuela, Giliran Kuba Diancam Trump Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan tidak akan ada lagi pasokan minyak atau uang dari Venezuela ke Kuba.

Trump menyarankan negara tersebut untuk segera mencari kesepakatan dengan Washington. Hal ini menjadi eskalasi tekanan politik terbaru terhadap Havana.

Baca Juga: DEMA PTKIN Kecam Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS, Sebut Trump Pertontonkan Aksi Premanisme Global

“Tak akan ada lagi minyak ataupun uang yang akan mengalir ke Kuba. Mereka harus segera mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat. Sebelum terlambat," tegas Trump.

Kuba selama ini sangat bergantung pada minyak dan dukungan finansial dari Venezuela. Namun, tidak ada lagi pengiriman minyak dari pelabuhan mitra dagangnya itu sejak pasokan terhenti menyusul operasi militer dan blokade minyak yang dilakukan oleh AS.

Venezuela di sisi lain juga telah mencapai kesepakatan dengan AS. Caracas setuju untuk  memasok hingga lima puluh juta barel minyak ke Amerika Serikat. Hal itu dicapai meski dengan hasil penjualan disimpan dalam akun yang diawasi oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat.

Penekanan Trump pada pemutusan dukungan ini mencerminkan eskalasi kebijakan luar negerinya terhadap sekutu lama Caracas.

Baca Juga: 3 Tahap, Begini Rencana Trump Buat Venezuela

AS telah memperkuat retorika terhadap negara itu dalam beberapa pekan terakhir, meskipun sang presiden tidak merinci isi atau implikasi dari “kesepakatan” yang disarankannya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: