Kredit Foto: Instagram/Gita Wirjawan
Mantan Menteri Perdagangan sekaligus mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wirjawan, menilai kehadiran Danantara di ajang World Economic Forum (WEF) 2026 berpeluang besar menyedot perhatian pelaku ekonomi dan bisnis dunia. Menurutnya, posisi Danantara sebagai pengelola sekaligus pengalokasi investasi berskala besar memberikan daya tarik strategis bagi Indonesia di panggung global.
“Danantara akan menjadi magnet utama untuk menyampaikan poin-poin strategis tentang ekonomi dan bisnis Indonesia. Posisi Danantara sebagai pengelola investasi akan menarik perhatian para pelaku bisnis dan investor global,” ujar Gita Wirjawan dalam keterangannya, dikutip Jumat (16/1).
Gita memandang WEF sebagai forum krusial untuk membangun dan menyampaikan narasi masa depan ekonomi Indonesia. Peran Danantara sebagai institusi pengelola investasi yang berorientasi pada kolaborasi domestik, regional, hingga global, dinilai mampu memperkuat posisi Indonesia dalam percakapan ekonomi internasional.
“Forum WEF ini bisa juga menjadi ruang untuk membangun jejaring ekonomi global. Danantara, dengan mandat dan skala pengelolaan investasinya, memiliki daya tawar kuat untuk berdialog langsung dengan pemilik modal dan pelaku usaha dunia,” kata pemegang gelar magister Administrasi Publik dari Harvard University tersebut.
Baca Juga: Danantara Buka Suara Soal BUMN Tekstil Rp101 Triliun
Lebih jauh, Gita menilai kehadiran Danantara sebagai alokator modal akan mengirimkan sinyal kuat bahwa Indonesia siap menjalin kolaborasi secara setara dengan berbagai institusi dan pelaku ekonomi internasional. Pendekatan ini, menurutnya, sejalan dengan praktik negara lain seperti Singapura melalui GIC dan Temasek, yang sukses menjadikan lembaga pengelola investasi sebagai pintu masuk kemitraan global, khususnya di sektor inovasi dan teknologi.
Ia juga menekankan bahwa Danantara berpotensi memainkan peran strategis dalam menjembatani persepsi global terhadap Indonesia, termasuk dengan mengubah ketidakpastian menjadi risiko yang lebih terukur. Dengan cara tersebut, investor dapat menilai peluang di Indonesia secara lebih objektif dan terstruktur. Gita meyakini, narasi yang tepat tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di WEF 2026, tetapi juga mampu mendorong masuknya investasi yang berkelanjutan dan produktif.
“Narasi bahwa Indonesia mengelola modal besar untuk kolaborasi global, inovasi, dan kemakmuran bersama, serta narasi Indonesia ke depan akan lebih baik sangat diperhitungkan di forum tersebut,” pungkasnya.
Baca Juga: Danantara Optimistis Ekonomi RI Terjaga di 2026
Sebagai informasi, Pemerintah akan memboyong Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) ke ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss pada 19–23 Januari 2026. Forum ini menjadi momentum penting bagi Danantara untuk mengakselerasi rencana ekspansi investasi di tingkat global, khususnya dengan memanfaatkan pertemuan strategis dengan berbagai mitra internasional.
WEF 2026 akan mempertemukan hingga 3.000 peserta dari 130 negara. Adapun para peserta meliputi kepala eksekutif dan pemimpin dari perusahaan-perusahaan mitra, bersama dengan kepala negara dan pemerintahan, pejabat publik dari negara-negara G7, G20, BRICS, dan lainnya, serta para pemimpin organisasi internasional. Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan menghadiri perhelatan ini.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait:
Advertisement