- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Kejar 'Green Financing', Pertamina Resmi Terapkan Standar Laporan Keuangan Global
Kredit Foto: Pertamina
PT Pertamina (Persero) mempercepat langkah penguatan tata kelola pelaporan keberlanjutan demi mengamankan kepercayaan pasar modal global. Melalui mandat penerapan standar International Financial Reporting Standards (IFRS) S1 dan S2, raksasa energi pelat merah ini menargetkan akses pembiayaan hijau (green financing) yang lebih kompetitif.
Komitmen tersebut dikukuhkan dalam Sustainability Transcendence Forum (STF) Series #5 di Jakarta. Pertamina secara resmi mengadopsi standar global ini menjadi Pernyataan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (PSPK) yang ditargetkan terimplementasi penuh pada 1 Januari 2027.
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menyebut standar pelaporan yang kredibel merupakan jembatan krusial antara kinerja operasional hijau dengan rapor keuangan perusahaan.
"Standar pelaporan yang kredibel adalah jembatan yang menghubungkan kinerja hijau dengan kinerja keuangan. Ini akan memperkuat kepercayaan investor dan membuka akses Pertamina terhadap pembiayaan hijau dengan biaya modal yang lebih efisien," tegas Iriawan dalam keterangan resmi, Sabtu (17/1/2026).
Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini, menambahkan bahwa langkah ini menandai transformasi korporasi dari sekadar menggugurkan kewajiban administratif (compliance) menuju penciptaan nilai strategis. Pertamina berambisi menjadi leader di sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam integrasi data Environmental, Social, and Governance (ESG) ke laporan keuangan.
"Kita beranjak dari sekadar kepatuhan (compliance) menuju penciptaan nilai strategis (strategic value creation). Ini adalah investasi untuk masa depan Pertamina Group," ungkap Emma.
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza menekankan pentingnya transparansi agar manajemen risiko dan keputusan investasi korporasi dapat berjalan dalam satu tarikan napas. Sementara itu, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis, Agung Wicaksono memastikan komitmen ini akan segera diturunkan menjadi program operasional di seluruh lini bisnis.
Ketua Dewan Pengawas Standar Keberlanjutan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Rosita Uli Sinaga menilai strategi Pertamina ini akan memberikan keunggulan kompetitif di pasar internasional.
"Di Pertamina, keberlanjutan tidak lagi dipandang sebagai biaya, melainkan peluang bisnis. Dengan laporan yang transparan, Pertamina memiliki keunggulan kompetitif untuk meraih pendanaan internasional," tutur Rosita.
Aksi korporasi ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh jajaran Direksi dan Komisaris Pertamina Group. Langkah ini menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa Pertamina serius mengintegrasikan faktor lingkungan ke dalam inti strategi bisnis untuk menjaga relevansi di pasar energi global yang kian selektif.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement