Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Momentum ASOCIO 2026, Penggunaan AI Diingatkan Tidak Lepas dari Etika dan Tanggung Jawab

Momentum ASOCIO 2026, Penggunaan AI Diingatkan Tidak Lepas dari Etika dan Tanggung Jawab Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) harus tetap berada dalam koridor etika, regulasi, dan pengawasan manusia. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi tersebut, Indonesia yang akan menjadi tuan rumah Asian-Oceanian Computing Industry Organization (ASOCIO) Digital AI Summit 2026 menekankan bahwa pengembangan AI tidak hanya soal inovasi, tetapi juga tanggung jawab dalam memastikan teknologi digunakan secara aman dan bermanfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam Press Conference & Soft Launch ASOCIO Digital AI Summit 2026 and ASOCIO Digital AI Award di Jakarta, Jumat (6/3/2026). Forum internasional yang akan diselenggarakan pada 29-31 July 2026 di Jakarta ini akan mempertemukan pemimpin industri, pemerintah, serta pelaku teknologi dari 24 negara dan 800 delegasi.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas), Sugiarto Santoso menegaskan bahwa pemakaian AI harus tetap berdasarkan etika.

"Boleh pakai AI tentu etikanya juga harus dijaga, pemanfaatan dengan baik dan juga taat dengan regulasi," kata Sugiarto dalam Press Conference & Soft Launch ASOCIO Digital AI Summit 2026 and ASOCIO Digital AI Award di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, meskipun AI mampu membantu mempercepat proses analisis dan pengambilan keputusan, manusia tetap harus menjadi pengendali utama dalam setiap penggunaan teknologi tersebut.

“Bukan semua diserahkan kepada mesin. Meskipun tentu mesin-mesin itu diciptakan benar lebih cerdas, tapi tidak selalu itu menjadi sebuah pembenaran dan tidak bisa dipertanggung jawabkan secara hukum diserahkan kepada produk AI,” jelasnya.

Santoso juga menyinggung fenomena di kalangan akademisi dan praktisi teknologi yang mengakui bahwa AI kini semakin sulit dihindari dalam berbagai aktivitas.

“Profesor pun komplain juga tidak bisa, karena memang (AI) sudah harus digunakan. Tapi etikanya juga harus jelas, regulasinya jelas,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Chairman Organizing Committee ASOCIO Digital AI Summit 2026, Karim Taslim, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini juga tengah menyiapkan Roadmap AI atau peta jalan pengembangan AI nasional sebagai bagian dari strategi transformasi digital.

Taslim mengatakan target awal memang tahun lalu berupa Peraturan Menteri (Permen). Namun, dalam eskalasinya Permen saja tidak cukup, karena AI tidak saja hanya diranah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melainkan menyangkut berbagai pihak. Sehingga saat ini Roadmap AI sedang dikoordinasi sebagai bentuk Peraturan Presiden (Perpres).

Ia meyakini perihal Roadmap AI ini sudah bisa ditanda tangani oleh Presiden tahun ini.

"Kita yakin bahwa tahun ini sih harusnya sudah siap untuk di taken (ditanda tangan) oleh Pak Presiden," tutupnya.

"Memang sebenarnya target awalnya itu tahun lalu dan itu akan dikeluarkan dalam bentuk Permen

Roadmap AI tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi pemerintah, industri, dan masyarakat dalam memanfaatkan AI secara bertanggung jawab sekaligus mendorong inovasi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Amry Nur Hidayat