Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Libur Nataru 2026 Topang Dunia Usaha, BI Catat Pertumbuhan Positif

Libur Nataru 2026 Topang Dunia Usaha, BI Catat Pertumbuhan Positif Kredit Foto: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat kegiatan dunia usaha tetap tumbuh positif pada triwulan IV 2025, meski melandai dibandingkan triwulan sebelumnya. Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 menjadi penopang utama aktivitas usaha melalui peningkatan permintaan domestik. Hal ini tercermin dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,61%.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan SBT triwulan III 2025 yang sebesar 11,55% dan triwulan IV 2024 yang mencapai 12,46%. Kendati melambat, BI menilai kinerja mayoritas lapangan usaha (LU) masih berada pada zona ekspansif.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, aktivitas usaha pada akhir 2025 terdorong oleh periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru yang meningkatkan konsumsi rumah tangga.

“SBT tertinggi pada LU Jasa Keuangan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor, LU Industri Pengolahan, LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, LU Informasi dan Komunikasi, serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,” kata Denny dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Menurut BI, sektor-sektor tersebut menjadi motor utama pertumbuhan karena berkaitan langsung dengan aktivitas konsumsi, distribusi barang, serta mobilitas masyarakat selama periode libur panjang Nataru.

Dari sisi produksi, BI mencatat kapasitas produksi terpakai pada triwulan IV 2025 tetap terjaga di level 73,15%. Angka ini menunjukkan dunia usaha masih mampu menjaga utilisasi meski menghadapi normalisasi permintaan pascalibur.

“Perkembangan kapasitas produksi ditopang oleh sejumlah LU, yaitu LU Pengadaan Listrik serta LU Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,” ujar Denny.

Selain itu, kondisi keuangan dunia usaha secara umum masih berada dalam kategori baik. BI mencatat likuiditas dan rentabilitas pelaku usaha tetap terjaga, seiring dengan akses pembiayaan yang dinilai semakin mudah.

Ke depan, BI melaporkan bahwa pelaku usaha optimistis terhadap prospek kegiatan usaha pada triwulan I 2026. Responden SKDU memprakirakan peningkatan aktivitas usaha dengan SBT sebesar 12,93%.

“Kegiatan usaha diprakirakan meningkat terutama pada LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sejalan dengan masuknya musim panen, serta LU Industri Pengolahan, LU Transportasi dan Pergudangan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat pada periode Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447 H,” tutup Denny.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: