Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BI Jaga Rupiah di Tengah Konflik AS-Iran dan Gejolak Pasar Global

BI Jaga Rupiah di Tengah Konflik AS-Iran dan Gejolak Pasar Global Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap sejalan dengan fundamental ekonomi di tengah memanasnya konflik di Kawasan Timur Tengah pascaserangan Amerika Serikat (AS) ke Iran.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan konflik tersebut memicu sentimen risk off di pasar keuangan global.

“Bank Indonesia akan terus mencermati pergerakan pasar secara seksama dan merespons secara tepat, termasuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai dengan fundamentalnya,” kata Erwin dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Erwin menjelaskan, langkah stabilisasi BI dilakukan dengan memastikan kehadiran di pasar melalui berbagai instrumen intervensi, baik melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.

Selain itu, BI juga mengoptimalkan bauran kebijakan guna meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan suku bunga.

Baca Juga: BI Sebut Bank Makin Agresif Salurkan Kredit Usai Bunga Pinjaman Turun

Baca Juga: Bos BEI Minta Investor Tetap Rasional di Tengah Eskalasi Geopolitik Global

Baca Juga: BI siapkan Rp8,6 triliun Untuk Layanan Penukaran Uang Lebaran 2026, Ini Jadwal Lengkapnya!

“BI juga akan terus mengoptimalkan kebijakan untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan suku bunga,” tuturnya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin (2/3/2026). Rupiah berada di level Rp16.838 per dolar AS, melemah 0,30 persen dibandingkan penutupan pada Jumat pekan lalu di Rp16.787 per dolar AS.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: