Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BELL hingga SINI, 7 Saham Ini Masuk Suspensi Bursa

BELL hingga SINI, 7 Saham Ini Masuk Suspensi Bursa Kredit Foto: Lestari Ningsih
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) mulai 20 Januari 2026. Langkah ini diambil menyusul lonjakan harga kumulatif yang dinilai sudah terlalu signifikan dalam waktu singkat.

"Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) pada tanggal 20 Januari 2026," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Yulianto Aji Sadono. 

Pada perdagangan Senin (19/1), saham BELL ditutup melonjak 34,55% ke level Rp148. Secara akumulatif, saham ini sudah melesat 94,74% dalam sepekan dan terkerek 108,45% dalam sebulan terakhir.

Baca Juga: IHSG Hari Ini Selasa (20/1) Dibuka Tangguh ke Level 9.156

Tidak hanya BELL, sejumlah saham lain juga ikut terseret kebijakan suspensi setelah mencatatkan reli harga tajam. PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) ditutup naik 10% ke Rp715, menguat 31,19% dalam sepekan dan melonjak 175% dalam sebulan.

PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 24,62% ke Rp486, naik 32,07% dalam sepekan dan 88,37% dalam sebulan.

Sementara itu, PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) ditutup menguat 20,6% ke Rp1.200, dengan kenaikan 29,03% dalam sepekan dan 84,62% dalam sebulan.

PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) juga mencatat kenaikan 9,88% ke level Rp356. Dalam sepekan, sahamnya menanjak 31,85% dan melesat 69,52% sepanjang sebulan terakhir.

Baca Juga: Perusahaan Singapura Berencana Caplok 27,83% Saham SPRE

Adapun PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) ditutup melesat 25% ke Rp2.700, dengan lonjakan 94,24% dalam sepekan. Terakhir, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menguat 9,87% ke Rp19.200, naik 32,64% dalam sepekan dan 96,42% dalam sebulan.

Yulianto menjelaskan, penghentian sementara perdagangan saham dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya.

"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan," ujar Yulianto. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: