Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Indonesia dan Inggris mewujudkan komitmen membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan.
Hal tersebut dilakukan dengan penandatanganan Arrangement between the Government of the United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland and the Government of the Republic of Indonesia to Establish an Economic Growth Partnership (EGP) di London, Senin (19/01/2026).
Baca Juga: Menko Airlangga Harap IEU-CEPA Perkuat Akses Pasar Industri Alas Kaki RI
Melansir dari siaran pers Kemenko Perekonomian, penandatanganan tersebut berlangsung dalam pertemuan antara Menko Airlangga dengan Secretary of State for Business and Trade (DBT) Kerajaan Inggris The Rt Hon Peter Kyle MP.
Penandatanganan ini menjadi langkah penting dalam memperdalam hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Inggris, yang juga merupakan salah satu pilar utama dalam Accord for a New Indonesia–United Kingdom Strategic Partnership yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kerajaan Inggris.
Menko Airlangga menyampaikan bahwa kerja sama ekonomi strategis tersebut menjadi fondasi yang sangat penting untuk mendorong kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, dan inovasi antara Indonesia dan Inggris. Kemitraan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang memerlukan dukungan perdagangan dan investasi yang besar, khususnya dari sektor swasta dan mitra strategis internasional lainnya.
Perjanjian tersebut juga dirancang sebagai kerangka kerja sama yang praktis dan berorientasi pada pelaku usaha, mencakup sektor-sektor prioritas seperti energi bersih, ekonomi digital, keuangan, pendidikan, infrastruktur dan transportasi, pertanian dan pangan, kesehatan dan life sciences, penguatan rantai pasok, serta perdagangan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui kemitraan tersebut, Indonesia dan Inggris diharapkan dapat memanfaatkan potensi ekonomi masing-masing secara optimal di tengah dinamika perekonomian global.
Menko Airlangga juga menekankan bahwa Inggris merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di Eropa. Pada tahun 2024, nilai perdagangan bilateral Indonesia–Inggris mencapai USD2,78 miliar dan menunjukkan tren peningkatan sejak 2020, dengan pola perdagangan yang saling melengkapi. Di sisi investasi, realisasi investasi Inggris di Indonesia tercatat sebesar USD402,6 juta pada TW III-2025, terutama pada sektor-sektor pertambangan, industri pangan, pertanian, serta kawasan industri dan jasa.
Pada kesempatan yang sama, Secretary Kyle menyampaikan pandangannya bahwa kerja sama ekonomi strategis mencerminkan komitmen bersama antara Pemerintah Indonesia dan Inggris dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral dan membuka peluang untuk kolaborasi yang lebih luas antara Pemerintah dan pelaku usaha kedua negara.
Kedua Menteri menegaskan kembali bahwa kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris merupakan momentum penting yang menandai semakin kuatnya hubungan strategis kedua negara, serta menyampaikan apresiasi kepada Tim Perunding Indonesia dan Inggris atas kerja keras dan hasil yang dicapai sehingga memungkinkan terwujudnya kerja sama ekonomi strategis sebagai kerangka kerja sama ekonomi yang berorientasi ke masa depan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement