Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Thomas Djiwandono dan Jalan Panjang ke Bank Indonesia

Thomas Djiwandono dan Jalan Panjang ke Bank Indonesia Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Thomas A. M. Djiwandono resmi menempati posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI pada Senin (26/1/2026). Penunjukan ini menandai perjalanan panjang karier Thomas dari dunia jurnalistik, korporasi, hingga pemerintahan dan bank sentral.

Thomas yang lahir di Jakarta, 7 Mei 1972 ini menyelesaikan pendidikan Sarjana Sejarah di Haverford College, Amerika Serikat, pada 1994 dan meraih gelar Master Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University pada 2003.

Karier profesional Thomas dimulai sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993, sebelum bergabung sebagai jurnalis di Indonesia Business Weekly pada 1994. Ia kemudian beralih ke sektor keuangan sebagai analis di NatWest Market Jakarta pada periode 1996–1999, serta sempat berkarier sebagai konsultan di Castle Asia pada 1999–2000.

Baca Juga: Purbaya Titip Pesan Ini ke Thomas Djiwandono Usai Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI

Pada 2004, Thomas bergabung dengan Comexindo Internasional dan menempati sejumlah posisi strategis, mulai dari Direktur Pengembangan Bisnis (2004–2008), Deputi CEO (2008–2009), hingga CEO pada periode 2010–2024. Ia juga menjabat Deputi CEO Arsari Group sejak 2011 hingga 2024.

Di bidang politik, Thomas tercatat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra sejak 2008. Ia terlibat dalam pengelolaan keuangan partai, termasuk selama Pemilihan Presiden 2014. Gerindra kemudian memperoleh sejumlah pengakuan atas transparansi laporan keuangan dari lembaga independen.

Masuk ke pemerintahan, Thomas dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 45/M Tahun 2024 pada 18 Juli 2024 di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ia kembali dipercaya menjabat Wakil Menteri Keuangan pada Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan dilantik pada 21 Oktober 2024.

Dalam uji kelayakan sebagai calon Deputi Gubernur BI, Thomas menekankan pentingnya penguatan sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saat ini kita sedang menuju ke pertumbuhan yang lebih tinggi dan di situlah pentingnya suatu sinergi fiskal moneter yang sedikit berbeda dari zaman-zaman pandemi dulu,” kata Thomas di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Baca Juga: Tok! Thomas Djiwandono Terpilih Sebagai Deputi Gubernur BI

Ia menjelaskan, pendekatan sinergi fiskal dan moneter ke depan tidak lagi berbasis burden sharing, melainkan diarahkan pada pengelolaan likuiditas dan suku bunga.

“Saat ini hal yang saya ingin cetuskan adalah sinergi fiskal moneter khususnya di level likuiditas dan suku bunga. Di sini saya rasa hal tersebut sedikit, bukan sedikit cuma berbeda dengan apa yang dilakukan secara pandemi,” ujarnya.

Thomas juga memaparkan Strategi GERAK sebagai kerangka kebijakan BI, yang mencakup penguatan tata kelola kebijakan, efektivitas kebijakan, resiliensi sistem keuangan, akselerasi sinergi lintas sektor, serta keberlanjutan transformasi keuangan. Ia menegaskan bahwa sinergi dengan pemerintah dan OJK tetap harus berjalan seiring dengan terjaganya independensi Bank Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: