Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bos LPS Sindir Bank yang Belum Turunkan Suku Bunga

Bos LPS Sindir Bank yang Belum Turunkan Suku Bunga Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menyoroti perbankan yang belum menurunkan suku bunga simpanan sejalan dengan penurunan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP). Kondisi tersebut dinilai menahan penurunan biaya dana (cost of fund) dan memperlambat transmisi penurunan suku bunga kredit ke sektor riil.

Ia menyampaikan, LPS mendorong penguatan intermediasi perbankan melalui penyesuaian suku bunga simpanan agar selaras dengan TBP. Namun, hingga akhir 2025, penurunan suku bunga simpanan dinilai belum sepenuhnya mengikuti arah kebijakan tersebut.

“Penurunan suku bunga simpanan belum searah dengan penurunan TBP,” ujar Anggito, dalam Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tahun 2026 yang digelar di Kementerian Keuangan, Senin (27/1/2026).

Baca Juga: LPS Tahan Bunga Penjaminan Simpanan Tetap 3,50%

Ia mengungkapkan, pada posisi Desember 2025, porsi simpanan perbankan yang berada di atas TBP masih mencapai lebih dari 30%. Kondisi tersebut membuat biaya dana perbankan tetap tinggi dan berdampak pada lambatnya penurunan suku bunga pinjaman.

Menurut Anggito, tingginya porsi simpanan di atas TBP menunjukkan masih adanya kehati-hatian perbankan dalam menyesuaikan struktur pendanaan. Namun, kondisi tersebut dinilai berpotensi menahan laju intermediasi di tengah kebutuhan pembiayaan ekonomi.

Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga 4,75% demi Jaga Rupiah

Untuk merespons situasi tersebut, LPS melakukan pendekatan moral suasion kepada perbankan agar menyesuaikan suku bunga simpanan sesuai dengan TBP. Penyesuaian tersebut diharapkan dapat mendorong penurunan suku bunga kredit secara lebih cepat.

“Oleh karena itu, LPS menghimbau perbankan melalui moral suasion untuk mengikuti TBP sehingga suku bunga pinjaman juga menurun, stabilitas pendanaan terjaga, dan mendukung fungsi intermediasi perbankan,” kata Anggito.

Ia menegaskan, penyesuaian suku bunga simpanan tidak hanya penting untuk menurunkan biaya kredit, tetapi juga untuk menjaga stabilitas pendanaan perbankan secara berkelanjutan. LPS memandang, transmisi kebijakan suku bunga yang lebih efektif akan memperkuat peran perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: