Kenapa Orang yang Menerapkan Filosofi Stoikisme Hidup Lebih Tenang?
Kredit Foto: Unsplash/ Jeswin Thomas
Jika saat ini Anda merasa resah, stres, dirundung kecemasan dan berbagai macam emosi negatif, ada baiknya Anda berkenalan dengan filosofi stoikisme.
Melansir dari Dailystoic, Stoikisme. Ini adalah filosofi yang dirancang untuk membuat kita lebih tangguh, lebih bahagia, lebih berbudi luhur, dan lebih bijaksana–dan sebagai hasilnya, kita menjadi orang yang lebih baik.
Filosofi stoikisme ini banyak diterapkan oleh raja, presiden, seniman, penulis hingga pengusaha. Beberapa nama seperti Marcus Aurelius. Frederick the Great, Montaigne, George Washington, Thomas Jefferson, Adam Smith, John Stuart Mill, Theodore Roosevelt, Jenderal James Mattis adalah tokoh-tokoh yang dipengaruhi pemikiran stoikisme.
Stoikisme sendiri adalah sebuah aliran filsafat yang berasal dari Yunani kuno yang muncul sekitar 301 SM. Aliran ini pertama kali diperkenalkan oleh filsuf asal Citium bernama Zeno, sebelum akhirnya dikembangkan oleh filsuf-filsuf ternama seperti Seneca, Epictetus, dan Marcus Aurelius.
Hingga saat ini filsafat stoikisme masih banyak diterapkan karena dianggap relevan dengan kehidupan modern manusia saat ini.
Aliran filsafat ini akan membantu manusia dalam mengontrol emosi negatif, mencoba bersyukur dengan segala sesuatu yang telah dimiliki.
Dalam stoikisme terdapat ajaran tentang penerimaan keadaan yang bisa diubah dan tidak bisa diubah. Selain itu juga ada ajaran tentang kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaan antara kedua hal tersebut.
Aliran ini mendefinisikan hidup kedalam dua bagian. Pada bagian pertama terdapat dimensi internal sedangkan bagian kedua adalah dimensi eksternal yang bermakna pada hal-hal di luar kontrol kita.
Dalam dimensi internal berisikan hal-hal yang berada dalam kendali kita, sebaliknya dimensi eksternal adalah hal-hal yang berada di luar kendali kita, diantaranya ada respon orang lain, pendapat orang lain dan apa yang ada di pikiran orang lain.
Orang yang Menerapkan Filosofi Stoikisme Hidup Lebih Tenang
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, orang yang menerapkan filosofi stoikisme memiliki tujuan untuk mencapai kehidupan yang lebih bahagia dengan mengurangi rasa stres, kecewa dan ketakutan.
Mengutip dari National Geographic, ada beberapa hal dalam filosofi stoikisme yang dapat mengurasi kecemasan dan rasa stress sehingga manusia bisa lebih produktif dimana kebahagiaan akan berkembang tanpa adanya gangguan.
Sementara melansir penjelasan dari BFI, ada beberapa prinsip yang diterapkan oleh stoikisme sehingga hidup menjadi lebih bahagia.
Penganut ajaran stoikisme akan mencoba mengendalikan apa yang bisa dikendalikan, yakni tindakan yang dipengaruhi oleh faktor internal. Faktor internal tersebut adalah segala sesuatu atau tindakan yang berada dalam kontrol kita. Oleh karena itu yang bisa dikendalikan adalah penilaian kita terhadap hal eksternal seperti peristiwa, situasi dan pikiran orang lain. Jangan mencoba mengendalikan faktor eksternal karena akan menimbulkan stres dan frustasi.
Dalam setiap situasi cobalah untuk selalu melakukan yang terbaik dan mempersiapkan untuk skenario terburuk yang mungkin terjadi.
Baca Juga: Kenapa Otak Perlu Beristirahat agar Dapat Bekerja dengan Produktif?
Mengontrol emosi dan bijaksana dalam bersikap dengan menciptakan jarak emosi. Hal tersebut tidak akan membuat kita menjadi manusia yang dingin atau tidak peduli, sebaliknya kita bisa memilih untuk menghilang kapan saja.
Pahamilah bahwa segala sesuatu yang ada dalam hidup tidak permanen, namun tetap menghargai hal sekitar yang sudah kita miliki.
Dalam pelaksanaannya menganut hidup stoikisme ini tidaklah mudah dan harus diimbangi dengan kemauan keras serta kesabaran sehingga pola ini menjadi bagian dari hidup kita.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement