Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ditargetkan Rampung Juni 2026, Pemerintah Akan Percepat Pemulihan Infrastruktur Air Bersih di Aceh Tamiang

Ditargetkan Rampung Juni 2026, Pemerintah Akan Percepat Pemulihan Infrastruktur Air Bersih di Aceh Tamiang Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pemerintah akan mempercepat pemulihan infrastruktur air bersih di Kabupaten Aceh Tamiang.

Hal tersebut disampaikan Menko AHY saat meninjau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Air Bersih Karang Baru berkapasitas 100 liter per detik, sekaligus memeriksa infrastruktur penyaluran air bersih menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Panggil Sejumlah Menteri, Presiden Prabowo Tekankan Pengelolaan Sumber Daya Alam untuk Kesejahteraan Rakyat

Dalam kunjungan ini, Menko AHY mengecek langsung progres perbaikan jaringan perpipaan, termasuk pelaksanaan pemancangan pipa baru sebagai pengganti pipa lama yang rusak akibat bencana. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keandalan distribusi air bersih serta mendukung operasional fasilitas publik yang sangat bergantung pada ketersediaan air, termasuk RSUD Aceh Tamiang.

Menko AHY menjelaskan bahwa SPAM Karang Baru merupakan sumber utama air bersih bagi wilayah sekitar, termasuk rumah sakit. Sebelum bencana, SPAM ini memiliki kapasitas hingga 200 liter per detik dan melayani sekitar 20 ribu sambungan rumah tangga. Namun, bencana menyebabkan gangguan signifikan pada sebagian instalasi, khususnya pada struktur berbahan baja yang mengalami kerusakan dan endapan sedimen.

“Dalam kondisi normal sebelum bencana, kapasitasnya bisa mencapai 200 liter per detik dengan sekitar 20 ribu sambungan rumah. Saat ini, instalasi beton sudah kembali berfungsi, sementara instalasi baja masih memerlukan perbaikan dan pembangunan kembali, termasuk reservoir,” ujar Menko AHY kepada awak media, dikutip dari siaran pers Kemenko Infra, Kamis (29/1).

Menko AHY menambahkan bahwa meskipun proses pemulihan masih berlangsung, kualitas air bersih yang disalurkan ke RSUD Aceh Tamiang telah memenuhi standar kesehatan.

“Tadi sudah dijelaskan bahwa dari sisi kekeruhan dan kandungan besi, air yang disalurkan sudah memenuhi standar Permenkes dan bisa digunakan untuk melayani rumah sakit,” lanjutnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke RSUD Aceh Tamiang. Fokus peninjauan diarahkan pada kondisi infrastruktur pendukung, khususnya sistem penyaluran air bersih sebagai elemen vital dalam pelayanan kesehatan. Menko AHY memastikan ketersediaan air bersih untuk mendukung operasional ruang-ruang layanan yang sudah kembali berfungsi.

“Secara umum, instalasi di rumah sakit ini sebagian besar sudah bisa dibersihkan. Alhamdulillah IGD sudah beroperasi dengan baik, dan sebagian ruang rawat inap juga sudah berjalan. Tadi saya cek, air bersih di beberapa fasilitas sudah mengalir dengan deras dan bersih, meskipun masih diperlukan waktu untuk mengidentifikasi kerusakan lainnya,” jelas Menko AHY.

Menko AHY menegaskan bahwa meskipun RSUD Aceh Tamiang sudah kembali melayani masyarakat, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan terus mengawal pemulihan infrastruktur air bersih hingga berfungsi sepenuhnya.

“RSUD Aceh Tamiang ini sudah bisa menampung dan melayani masyarakat. Untuk perbaikan total instalasi, terutama yang berbahan baja, targetnya hingga Juni 2026. Namun, kalau bisa dipercepat tentu akan kita dorong percepatannya, meskipun prosesnya tetap harus bertahap dan terukur,” tegas Menko AHY.

Pemulihan jaringan air bersih ini menjadi fondasi utama dalam memastikan layanan kesehatan berjalan secara aman, berkelanjutan, dan berkualitas. Peninjauan ini juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mengoordinasikan pemulihan infrastruktur dasar sebagai bagian dari upaya menyeluruh mempercepat pemulihan layanan publik pascabencana di Aceh Tamiang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel: