Perkuat Logistik, RI Optimis Fundamental Ekonomi Kuat di Tengah Dinamika Global
Kredit Foto: Istimewa
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengungkapkan logistik merupakan kunci dalam memastikan resiliensi ekonomi Indonesia tetap terjaga .
Sehingga pemerintah memperkuat sistem logistik nasional yang semakin efisien, terintegrasi, dan adaptif dalam merespons dinamika global.
Baca Juga: BRI Jangkau 5.245 Desa BRILiaN, Perluas Dukungan bagi Pengembangan Ekonomi Desa
Ini disampaikan Sesmenko dalam kegiatan Economic Outlook 2026 sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas (APJP) yang bertajuk “2 Dekade Bersama APJP untuk Indonesia: Membangun Kemandirian Ekonomi & Mewujudkan Asta Cita” yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (29/01/2026).
“Logistik menjadi kunci utama, pada saat terjadi dinamika geopolitik global selalu yang terpengaruh duluan adalah masalah logistik supply chain dan itu ongkosnya sangat mahal sekali,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Jumat (30/1).
Kegiatan diselenggarakan secara hybrid dan dihadiri oleh peserta yang terdiri dari pengurus dan pimpinan perusahaan anggota APJP, Kementerian/Lembaga, asosiasi, media, serta diikuti secara daring oleh perusahaan non-APJP.
Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas (APJP) merupakan wadah bagi perusahaan pemegang fasilitas Mitra Utama (MITA) Kepabeanan dan Authorized Economic Operator (AEO) di Indonesia yang memiliki tingkat kepatuhan tinggi dan risiko rendah dalam kegiatan ekspor-impor.
Asosiasi APJP berperan sebagai mitra strategis Pemerintah dalam mendukung kelancaran arus barang, peningkatan efisiensi proses kepabeanan, serta penguatan sistem logistik nasional melalui komunikasi dua arah dan penyampaian masukan kebijakan berbasis pengalaman pelaku usaha.
Lebih lanjut, dalam sesi diskusi panel, Sesmenko Susiwijono menyampaikan bahwa penguatan kinerja logistik nasional merupakan bagian dari enabler utama dalam strategi pembangunan ekonomi nasional yang dijalankan melalui tiga mesin pertumbuhan, yakni revitalisasi mesin ekonomi konvensional, pembangunan mesin ekonomi baru berbasis teknologi, serta peningkatan produktivitas dan daya saing sumber daya manusia.
Strategi tersebut diperkuat oleh stabilitas makro ekonomi, daya beli masyarakat yang terjaga, iklim investasi yang mendukung, penguatan dan pendalaman sektor keuangan, serta penguatan social security dan social safety net, sehingga efisiensi biaya logistik dapat berperan sebagai penopang utama keberlanjutan pertumbuhan dan daya saing ekonomi nasional.
“Saya ingin membangun optimisme, di tengah tantangan dan ketidakpastian global, (fundametal) ekonomi kita masih kuat. Ke depan, peran APJP menjadi semakin penting untuk mendorong peningkatan daya saing ekonomi nasional, tidak hanya melalui dukungan kelancaran ekspor-impor, tetapi juga melalui kontribusi pemikiran, kajian, dan riset kebijakan guna membantu penyelesaian berbagai isu strategis kepabeanan dan logistik nasional dalam konteks yang lebih luas,” pungkas Sesmenko Susiwijono.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Advertisement