Kredit Foto: Reuters/Natalie Thomas
Kawasan Arktik semakin menjadi pusat perhatian dunia dalam beberapa dekade terakhir seiring meningkatnya persaingan geopolitik global. Wilayah yang sebelumnya dianggap terpencil kini memiliki nilai strategis tinggi akibat perubahan iklim, potensi sumber daya alam serta terbukanya jalur perdagangan baru.
Greenland salah satu yang menjadi sorotan dan merupakan kawasan yang berada di Arktik. Ia secara administratif merupakan wilayah otonom dari Denmark. Wilayahnya yang sangat strategis membuatnya menjadi sasaran aneksasi dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Baca Juga: Trump: AS Akan Dapatkan Kedaulatan atas Wilayah Pangkalan Militer di Greenland
Trump beralasan bahwa wilayah itu memiliki peran penting dalam menjaga keamanan Amerika Serikat. Namun, terdapat alasan yang lebih dalam melebihi hal tersebut, seiring dengan mencairnya es di Arktik.
Mencairnya es dalam kawasan itu membuka akses terhadap cadangan besar minyak, gas alam dan mineral yang selama ini belum dieksplorasi secara maksimal. Selain itu, jalur pelayaran baru seperti mulai dapat dilalui, sehingga memperpendek waktu dan biaya pengiriman antara Asia dan Eropa.
Kondisi ini mendorong negara-negara besar untuk memperkuat kehadiran dan pengaruh mereka di kawasan tersebut. Persaingan yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan kepentingan militer, tetapi juga menyangkut energi, mineral langka dan stabilitas ekonomi global.
Greenland memiliki posisi geografis strategis karena terletak di antara Amerika Utara dan Eropa, serta dekat dengan jalur perdagangan dan pertahanan penting. Selain itu, wilayah ini menyimpan potensi mineral strategis, termasuk rare earth elements yang dibutuhkan dalam pengembangan teknologi modern dan energi terbarukan.
Ketegangan geopolitik di Arktik berpotensi memberikan dampak langsung terhadap pasar global. Persaingan akses sumber daya dapat memicu volatilitas harga energi dan komoditas, sementara perubahan jalur perdagangan berisiko memengaruhi biaya logistik, inflasi, serta arah kebijakan ekonomi negara-negara besar.
Baca Juga: Akibat Elon Musk Salah Pergaulan dengan Donald Trump, Penjualan Tesla Rontok di Tahun 2025
Dengan meningkatnya kepentingan strategis di kawasan tersebut, Arktik kini dipandang sebagai salah satu titik krusial dalam dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan internasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: