Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Waspada Strategy (MSTR) Jualan, Harga Bitcoin (BTC) Anjlok Hingga US$77.000!

Waspada Strategy (MSTR) Jualan, Harga Bitcoin (BTC) Anjlok Hingga US$77.000! Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bitcoin (BTC) anjlok tajam pada Minggu (1/2). Ia anjlok menyusul tekanan jual yang terus berlanjut dan minimnya aliran dana baru ke pasar kripto.

Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin sempat turun hingga US$77.000. Ia memperpanjang tren pelemahan menyusul  likuiditas pasar yang semakin menipis serta lemahnya minat beli terhadap kripto.

Baca Juga: Katanya Emas Digital, Harga Bitcoin (BTC) Malah Tertinggal Saat Reli Safe-haven Global

Chief Executive Officer (CEO) CryptoQuant, Ki Young Ju mengatakan bahwa realized capitalization bitcoin cenderung stagnan, menandakan tidak adanya aliran dana baru yang signifikan ke aset tersebut.

“Ketika market cap turun tanpa diikuti kenaikan realized cap, itu bukan kondisi pasar bullish,” ujar Ju.

Ju  menambahkan bahwa para holder bitcoin masih menikmati keuntungan yang belum terealisasi dengan jumlah yang besar, setelah berbulan-bulan pembelian agresif oleh spot bitcoin exchange-traded funds (ETF) dan Strategy (MSTR).

Strategy sebelumnya menjadi salah satu pendorong utama reli harga bitcoin. Ia menilai kejatuhan besar kripto, khususnya bitcoin, masih kecil kemungkinannya, kecuali jika perusahaan tersebut mulai menjual kepemilikan bitcoinnya. Meski begitu, tekanan jual saat ini masih tinggi dan membuat pasar belum menemukan titik dasar jangka pendek yang jelas.

Pelemahan ini membawa harga bitcoin kembali ke kisaran yang terlihat setelah periode ketegangan perang tarif, sekaligus menambah kekecewaan makro yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.

Bitcoin juga gagal menguat meski dolar melemah dan harga emas mencetak rekor tertinggi. Bahkan saat emas dan perak terkoreksi tajam, bitcoin tetap tidak menunjukkan respons berarti, hal itu meredam ekspektasi bahwa kripto bisa menjadi lindung nilai alternatif.

Ki Young Ju memperkirakan pelemahan ini tidak akan berakhir dengan rebound cepat, melainkan melalui fase konsolidasi yang panjang dan bergerak dalam rentang lebar.

Baca Juga: Dibanding Bitcoin (BTC), Tether Nyatanya Lebih Pilih Investasi di Emas

“Pasar bearish kali ini lebih mungkin membentuk konsolidasi luas dalam jangka waktu yang lama,” katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: