Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sengatan MSCI Berlanjut, Nomura Ikut Turunkan Peringkat Saham RI

Sengatan MSCI Berlanjut, Nomura Ikut Turunkan Peringkat Saham RI Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nomura Holdings Inc. mengikuti langkah Goldman Sachs Group Inc. dan UBS dengan menurunkan peringkat saham Indonesia, memperpanjang tekanan pasar setelah peringatan investability dari Morgan Stanley Capital International(MSCI).

Nomura menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi neutral dari overweight, dengan alasan meningkatnya risiko investability dan potensi arus keluar dana pasif. Langkah ini menyusul penurunan rekomendasi oleh Goldman Sachs pekan lalu.

Tekanan tersebut terjadi di tengah pelemahan pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat jatuh hingga 5,1% pada perdagangan Senin, menjadi penurunan terdalam di antara indeks saham Asia, dipicu sentimen risk-off regional dan anjloknya harga komoditas.

Dalam catatannya, strategist Nomura Chetan Seth menyebut peringatan MSCI mengenai potensi penurunan status Indonesia ke Frontier Market sebagai kejutan bagi pasar.

“Peringatan MSCI terkait potensi penurunan status Indonesia ke Frontier Market datang sebagai kejutan bagi kami dan pasar,” tulis Seth, mengutip Bloomberg, Jakarta, Senin (2/2/2026). 

Baca Juga: IHSG Anjlok 5,31% Siang Ini, Investor Tunggu Hasil Pertemuan OJK-BEI dengan MSCI

Ia menambahkan, rekomendasi positif Nomura sebelumnya didasarkan pada valuasi relatif yang menarik, ekspektasi stabilisasi ekonomi, serta rendahnya ekspektasi pasar setelah periode kinerja yang lemah. 

Sebagai respons, OJK dan BEI mengumumkan serangkaian langkah reformasi slah satunya menaikkan ketentuan free float minimum menjadi 15%. Selain itu, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) juga menginstruksikan manajer asetnya membeli saham.

Namun, tekanan komoditas dinilai berpotensi menghambat momentum reformasi. Manajer dana Allspring Global Investments, Gary Tan, menyatakan pelemahan komoditas yang berkepanjangan dapat memaksa regulator mengalihkan fokus ke stabilitas jangka pendek.

“Pelemahan komoditas yang berkepanjangan dapat memaksa regulator untuk membingkai ulang reformasi secara lebih defensif, dengan penekanan lebih besar pada stabilitas jangka pendek dan langkah penyangga,” ujar Tan.

Baca Juga: BEI dan OJK Bakal Gelar Pertemuan dengan MSCI Besok

Ia menilai kondisi tersebut berisiko memperlambat agenda reformasi yang ditujukan untuk meningkatkan investabilityjangka panjang pasar Indonesia.

Sejumlah langkah reformasi yang diumumkan dalam beberapa hari terakhir, termasuk pengunduran diri pimpinan regulator dan bursa, sempat membantu memperbaiki sentimen. IHSG bahkan rebound pada Jumat setelah dua hari berturut-turut melemah. Meski demikian, pelaku pasar masih menilai efektivitas langkah tersebut dalam memenuhi tuntutan MSCI belum sepenuhnya teruji.

Di sisi lain, Strategist Citigroup Inc. Ferry Wong dalam catatan 2 Februari menyebut penunjukan kepemimpinan baru sebagai langkah positif.

“Kami memandang penunjukan baru ini positif, karena kepemimpinan baru memiliki pengalaman langsung di perdagangan, kliring, penyelesaian, dan kustodian area yang disoroti MSCI,” tulis Wong.

Ia menilai respons kebijakan yang terkoordinasi bersifat kredibel dan tepat waktu, meski volatilitas jangka pendek masih berpotensi berlanjut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: