Kredit Foto: Azka Elfriza
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatat pembiayaan non-otomotif kian menjadi penopang utama kinerja perseroan setelah penggabungan usaha dengan Mandala Finance, di tengah pemulihan industri otomotif yang masih berlangsung bertahap.
Direktur Adira Finance Sylvanus Gani Mendrofa mengatakan ekspansi pembiayaan non-otomotif berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan pembiayaan perseroan sepanjang 2025 dan menjadi dasar target pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru sebesar 10%–12% pada 2026.
“Tahun lalu pertumbuhan pembiayaan Adira Finance itu tumbuh 18% karena kita sudah ada bergabungnya Mandala Finance. Dan pertumbuhan ini juga 18% ini kuat karena apa? Pertumbuhan yang non-otomotifnya Adira Finance, karena ada istilahnya juga termasuk kombinasi dari penggabungan usaha, tumbuhnya 33%,” ujar Gani saat ditemui di Artotel Hotel, Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Baca Juga: Adira Targetkan Pertumbuhan Pembiayaan 12% pada 2026
Ia menjelaskan, penguatan pembiayaan non-otomotif menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja di tengah koreksi penjualan kendaraan roda empat. Meski demikian, Adira tetap memproyeksikan pemulihan bertahap pada segmen otomotif sepanjang tahun ini.
“Untuk otomotif kita bisa berharap bisa bertumbuh antara 4% sampai 6%. Untuk dari sisi piutang. Kalau dari sisi penyaluran pembiayaan, kita berharap antara 10% sampai 12%,” kata Gani.
“Jadi kita ingin menjaga tetap di atas 10%, walaupun situasinya masih harus wait and see juga,” sambungnya.
Sepanjang 2025, Adira Finance membukukan penyaluran pembiayaan sebesar Rp43 triliun, dengan total piutang pembiayaan mencapai Rp61 triliun. Menurut Gani, pemulihan sektor otomotif roda empat masih dipengaruhi oleh keterjangkauan harga kendaraan dan kualitas pembiayaan, khususnya rasio non performing financing (NPF).
Baca Juga: Pembiayaan Kendaraan Listrik Adira Finance Sentuh Rp750 Miliar
Pandangan senada disampaikan Direktur Adira Finance Niko Kurniawan Bonggowarsito yang menilai pasar otomotif roda empat pada 2026 berpotensi stagnan tanpa dukungan insentif pemerintah.
“Kalau in summary mereka rata-rata bilang mungkin market otomotif four wheeler itu akan stay tidak ke mana-mana,” ujarnya.
Sementara itu, Head of Non Auto Business Adira Finance Andy Sutanto menyebut segmen roda dua masih menghadapi keterbatasan daya beli. Namun, ia melihat adanya pergeseran permintaan ke luar Pulau Jawa yang turut memengaruhi strategi penyaluran pembiayaan perseroan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: