Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Adira Targetkan Integrasi Mandala Finance Rampung Oktober

Adira Targetkan Integrasi Mandala Finance Rampung Oktober Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk masih melakukan proses integrasi hasil akuisisi PT Mandala Finance, yang melibatkan ribuan karyawan serta jaringan operasional yang luas di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Adira Finance Dewa Made Susila mengatakan perusahaan menargetkan proses integrasi tersebut dapat selesai pada Oktober 2026, sehingga sinergi bisnis antara kedua entitas dapat segera dimanfaatkan untuk memperkuat posisi perusahaan di industri multifinance.

“Nah tantangan yang paling kita hadapi di luar faktor itu. Konsolidasi dari akuisisinya Mandala. Tahun ini kita harapkan Oktober integrasinya bisa jalan. Sehingga kita bisa me-leverage hal-hal yang kita dapat dari perjalanan dengan Mandala. Itu PR besar juga karena menyangkut 6.000 orang,” ujar Made saat agenda buka puasa bersama media di Jakarta, dikutip Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan integrasi tersebut mencakup penyesuaian proses operasional, sistem kerja, serta pengelolaan sumber daya manusia dalam skala besar setelah akuisisi Mandala Finance.

Dengan tambahan tenaga kerja dari Mandala, jumlah karyawan Adira kini meningkat menjadi sekitar 30.000 orang. Selain itu, perusahaan juga memiliki 877 jaringan operasional yang tersebar di berbagai daerah.

Menurut Made, jaringan tersebut kini telah menjangkau sekitar 70% kabupaten di Indonesia, menjadikan Adira sebagai salah satu perusahaan pembiayaan dengan cakupan wilayah terluas di industri multifinance.

“Nah ternyata ada berita baik nih. Adira itu meng-cover 70% kabupaten di seluruh Indonesia. Paling luas di multifinance,” katanya.

Namun, luasnya jaringan tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam memastikan pemanfaatan jaringan berjalan optimal dan tidak justru menambah beban operasional.

“Ini jadi PR besar buat Adira untuk memanfaatkan lebih. Untuk bisa me-leverage kelebihan itu. Kalau nanti leverage juga gak ada gunanya, itu biaya besar juga,” ujarnya.

Dalam jangka pendek, Adira akan fokus memperbaiki proses bisnis, memperluas jaringan, serta mencari peluang bisnis baru guna memperkuat posisi perusahaan di sektor pembiayaan.

Baca Juga: Adira Finance Bukukan Pembiayaan Rp43,2 Triliun Naik 18% di Tengah Lesunya Industri Otomotif

Baca Juga: Catat Pertumbuhan Transaksi QRIS, Danamon bersama Adira Finance Sukses Meriahkan IIMS Jakarta 2026

Baca Juga: Adira Finance (ADMF) Mulai Tawarkan Obligasi dan Sukuk Total Rp2,5 Triliun

“Jangka pendek kita lakukan langkah-langkah yang bisa saja. Memperbaiki proses, menambah jaringan, mencari bisnis-bisnis baru termasuk monotomotif. Untuk melengkapi jangka panjang yang kita ingin tumbuh sebagai salah satu pemain utama di multifinance,” kata Made.

Di sisi lain, perusahaan masih melihat potensi pertumbuhan dari pembiayaan dana tunai yang dapat mendukung kinerja ke depan. Namun, Adira juga berharap sektor otomotif dapat segera pulih karena industri tersebut memiliki pengaruh besar terhadap bisnis pembiayaan.

“Nah kita berharap ini segera otomotif itu pulih. Karena dampaknya ke mana-mana,” ujar Made.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri