Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Adira Targetkan Pertumbuhan Pembiayaan 12% pada 2026

Adira Targetkan Pertumbuhan Pembiayaan 12% pada 2026 Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

 PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menargetkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 10–12% sepanjang 2026, didukung penguatan jaringan distribusi nasional yang kini mencapai 877 kantor dan outlet, terutama di luar Pulau Jawa.

Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani Mendrofa mengatakan total jaringan tersebut mencakup kantor cabang, satelit, prasatelit, dan kios yang berfungsi menopang distribusi pembiayaan di berbagai wilayah.

“Total, kita bicara seluruh outlet itu 877 termasuk satelit dan kios total ya semua,” ujar Gani saat ditemui di Artotel Hotel, Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Menurut Gani, penguatan jaringan dilakukan untuk menangkap pergeseran pertumbuhan ekonomi ke wilayah non-Jawa. Strategi ini diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan pembiayaan di tengah tantangan ekonomi yang beragam antarwilayah.

Baca Juga: Pembiayaan Kendaraan Listrik Adira Finance Sentuh Rp750 Miliar

“Dengan adanya penguatan jaringan itu dilakukan sebagai upaya untuk menopang target pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 10–12%,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Adira Finance akan memaksimalkan keunggulan jaringan yang telah dimiliki melalui integrasi dan pemanfaatan bersama antarsaluran distribusi guna memperluas penetrasi pasar.

“Kita akan memanfaatkan keunggulan dan nilai lebih yang sudah dimiliki dan melakukan sharing, banyak integrasi juga akan dilakukan supaya bisa mempenetrasi segmen yang lebih besar dengan geografi yang juga lebih baik lagi,” kata Gani.

Sejalan dengan itu, Chief of Sales, Service & Distribution Officer Adira Finance Niko Kurniawan B menyatakan jaringan di luar Pulau Jawa menjadi kekuatan utama perusahaan dalam mendorong ekspansi pembiayaan, khususnya untuk produk sepeda motor dan dana tunai.

“Kita utilize networking mereka yang cukup banyak semoga kita bisa lebih penetrasi lagi di market sepeda motor dan dana tunai,” ujar Niko.

Baca Juga: Genjot Pembiayaan Syariah, Adira Finance Bidik Calon Jamaah Haji plus

Ia menyebut wilayah Indonesia Timur, seperti Sulawesi, Maluku, Aceh, dan sebagian Kalimantan, memiliki karakter pasar yang sesuai dengan model distribusi Adira, dengan jaringan yang tersebar dan kebutuhan pembiayaan yang masih kuat.

Untuk mendukung strategi tersebut, Adira Finance berencana menambah jaringan baru pada 2026, terutama dalam bentuk outlet satelit. Penambahan ini disesuaikan dengan skala pasar di wilayah Indonesia Timur yang relatif lebih kecil dibandingkan Jawa.

“Kita akan banyak nambah di satelit level karena marketnya di Indonesia Timur kan kecil-kecil,” kata Niko.

Meski penetrasi digital terus berkembang, manajemen Adira menilai keberadaan kantor cabang fisik tetap krusial, terutama di daerah dengan keterbatasan infrastruktur internet.

“Di daerah itu bahkan internet itu susah, jadi kantor cabang masih tetap sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: