Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Penguatan SIMFONI PPA Diharapkan Perkuat Sinergi Penanganan Kasus Perempuan dan Anak

Penguatan SIMFONI PPA Diharapkan Perkuat Sinergi Penanganan Kasus Perempuan dan Anak Kredit Foto: Instagram @kemenpppa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, berharap penguatan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) dapat memperkuat sinergi dalam perlindungan perempuan dan anak.

Menteri PPPA menyampaikannya dalam dialog penguatan SIMFONI PPA versi 3 berbasis manajemen kasus, di Medan, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Kemenperin Tanggapi Temuan Transaksi Mencurigakan PPATK di Perdagangan Tekstil

“SIMFONI PPA bukan sekadar alat pencatat data, tetapi sebuah sistem sebagai upaya  untuk memastikan setiap kasus perempuan dan anak ditangani secara tuntas, berjenjang, dan terkoordinasi lintas. Penguatan SIMFONI PPA adalah upaya untuk menyamakan langkah dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan kasus perempuan dan anak, khususnya dalam sistem manajemen kasus berbasis data. Kami berharap implementasi SIMFONI PPA versi 3 di Provinsi Sumatera Utara dapat semakin optimal sebagai sistem yang tidak hanya mencatat data, tetapi juga mengawal proses penanganan kasus secara berjenjang, terintegrasi, dan berorientasi pada kualitas layanan bagi korban perempuan dan anak,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemen PPPA, Selasa (3/2).

Menteri PPPA menambahkan, berdasarkan hasil kunjungan ke Sentra Bahagia, Medan, Sumatera Utara, yang dilakukan sebelumnya memberikan gambaran nyata mengenai anak-anak yang masih harus tinggal di sentra akibat proses penanganan kasus yang belum tuntas. Selain itu, Menteri PPPA turut menyoroti tingginya kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang-orang terdekat korban, termasuk keluarga.

“Situasi ini menjadi alarm bagi kita semua. Keluarga harus benar-benar menjadi tempat paling aman bagi anak. Keluarga sebagai garda terdepan perlindungan anak, melalui komunikasi yang terbuka, penciptaan ruang aman bagi anak untuk bercerita, edukasi sejak dini tentang batasan tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain, serta peningkatan kepekaan orang tua terhadap perubahan perilaku anak,” pungkas Menteri PPPA.

Dialog dan koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan Dinas P3A tingkat provinsi dan kabupaten/kota, jajaran Ditres PPA-PPO Polda Sumatera Utara, serta Satres PPA-PPO dan Unit PPA di wilayah Polda Sumut. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen bersama dalam optimalisasi SIMFONI PPA sebagai sistem terpadu penanganan kasus perempuan dan anak yang responsif, akurat, dan berkelanjutan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Bagikan Artikel: