Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mitos vs Fakta: Benarkah Pengisian Daya 100 Persen Mempercepat Kerusakan Baterai HP?

Mitos vs Fakta: Benarkah Pengisian Daya 100 Persen Mempercepat Kerusakan Baterai HP? Kredit Foto: Freepik.com
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah pesatnya teknologi pengisian daya cepat pada tahun 2026, perdebatan mengenai kebiasaan mengisi daya hingga penuh 100 persen masih sering muncul. 

Banyak pengguna menganggap pengisian hingga penuh adalah hal ideal.

Namun para ahli teknologi dan produsen smartphone justru menyarankan hal sebaliknya. 

Berdasarkan data teknis dan riset baterai lithium-ion (Li-ion) terkini, anggapan bahwa pengisian 100 persen dapat mempercepat penuaan baterai ternyata bukan sekadar mitos, melainkan fakta ilmiah.

Secara teknis, baterai lithium-ion bekerja paling optimal saat berada di rentang tegangan rendah hingga menengah.

Mengisi daya hingga 100 persen secara terus-menerus memaksa sel baterai berada dalam kondisi tegangan tinggi dan stres kimiawi. 

Kondisi ini dapat mempercepat degradasi komponen internal baterai, yang pada akhirnya mengurangi siklus hidup dan kapasitas total baterai dalam jangka panjang. 

Para pakar menyarankan rentang pengisian ideal berada di angka 20 persen hingga 80 persen untuk menjaga kesehatan baterai tetap prima.

Meskipun pengisian hingga 100 persen memiliki dampak jangka panjang, produsen smartphone masa kini telah menyematkan teknologi mitigasi berbasis kecerdasan buatan.

Fitur seperti Optimized Battery Charging pada iPhone atau Battery Protection pada Android dirancang untuk menahan pengisian di angka 80 persen dan hanya menyelesaikannya hingga 100 persen sesaat sebelum pengguna biasa mencabut perangkat. 

Selain itu, sistem manajemen baterai modern juga secara otomatis memutus aliran listrik saat daya penuh guna mencegah overcharging.

Selain menghindari pengisian daya penuh setiap waktu, faktor suhu juga memegang peranan krusial. 

Baca Juga: Tips Beli HP Bekas Biar Nggak Ketipu, Cek 7 Bagian Vital Ini Sebelum Bayar!

Suhu panas yang dihasilkan saat mengisi daya, terutama jika dilakukan sambil menjalankan aplikasi berat seperti gaming, merupakan musuh utama kesehatan baterai. 

Oleh karena itu, bagi pengguna yang ingin memperpanjang usia pakai perangkat hingga 4-5 tahun ke depan, membiasakan pengisian daya secara parsial (tidak sampai 100 persen) dan menjaga suhu perangkat tetap sejuk adalah langkah yang sangat dianjurkan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: