Panduan Browsing Aman di 2026: Cara Menghindari Pelacakan Iklan di Perangkat Seluler
Kredit Foto: Freepik.com
Aktivitas penjelajahan internet di tahun 2026 semakin terintegrasi dengan teknologi pelacakan yang agresif.
Pengiklan kini menggunakan profil digital yang lebih presisi untuk memantau perilaku pengguna lintas aplikasi dan situs web.
Bagi pengguna smartphone yang ingin menjaga privasi, mengandalkan pengaturan standar pabrikan sering kali tidak lagi cukup.
Diperlukan langkah-langkah proaktif untuk membatasi jejak digital dan memutus rantai pelacakan iklan yang kian kompleks.
Langkah fundamental untuk meningkatkan privasi dimulai dari pengaturan sistem operasi.
Pada perangkat Android, pengguna disarankan untuk mengakses menu Privacy & Security untuk menghapus atau mengatur ulang Advertising ID secara berkala.
Sementara bagi pengguna iOS, fitur App Tracking Transparency harus dioptimalkan dengan menonaktifkan izin "Allow Apps to Request to Track".
Tindakan ini secara efektif mencegah aplikasi pihak ketiga mengirimkan data unik perangkat Anda ke server pengiklan untuk pembuatan profil minat.
Pemilihan peramban (browser) juga memegang peranan krusial dalam keamanan berselancar.
Browser populer seperti Brave, Firefox Focus, atau DuckDuckGo sudah dilengkapi dengan fitur anti-pelacak (anti-tracking) dan pemblokir kuki pihak ketiga secara bawaan.
Mulai April 2026, standar keamanan juga meningkat dengan kebijakan Google Chrome yang mewajibkan koneksi HTTPS secara default untuk semua situs publik.
Pengguna disarankan untuk menghindari situs yang masih menggunakan protokol HTTP lama guna meminimalisir risiko intersepsi data di jaringan publik.
Selain pengaturan perangkat lunak, penggunaan DNS Pribadi (Private DNS) seperti dns.adguard.com atau NextDNS dapat menjadi solusi pemblokiran iklan di tingkat sistem.
Baca Juga: Wajib Tahu! Tips Melindungi Data Pribadi di HP Agar Tidak Mudah Diretas
Teknologi ini bekerja dengan memfilter permintaan iklan bahkan sebelum konten dimuat di layar, yang juga berdampak positif pada kecepatan akses dan penghematan kuota data.
Dengan menggabungkan pembaruan sistem rutin dan penggunaan alat privasi yang tepat, pengguna smartphone dapat menciptakan lingkungan penjelajahan yang lebih aman dan terbebas dari gangguan iklan yang bersifat intrusif.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: