Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kejar Skala Ekonomi, COIN Dukung CFX Pangkas Biaya Transaksi

Kejar Skala Ekonomi, COIN Dukung CFX Pangkas Biaya Transaksi Kredit Foto: CFX
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mendukung langkah strategis anak usahanya, Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX), dalam menurunkan biaya transaksi bursa secara bertahap guna mengejar economies of scale dan membentuk struktur biaya yang lebih kompetitif untuk mendorong peningkatan volume transaksi serta pendalaman likuiditas pasar aset kripto domestik.

Dukungan tersebut disampaikan menyusul keputusan CFX untuk menurunkan biaya transaksi bursa dari 0,04% menjadi 0,02% efektif 1 Maret 2026, yang selanjutnya kembali dipangkas menjadi 0,01% pada 1 Oktober 2026. Kebijakan ini diumumkan Direktur Utama Bursa Kripto CFX dalam acara CFX Cryptalk bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) di CFX Tower, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026).

Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk Ade Wahyu mengatakan, penyesuaian struktur biaya dilakukan secara terukur untuk memastikan keberlangsungan jangka panjang industri aset kripto nasional sekaligus meningkatkan daya saing bursa dalam negeri di tengah ketatnya persaingan global.

Baca Juga: Bursa Kripto CFX Soroti Daya Saing Ekosistem Nasional

“Bursa Kripto CFX selaku perusahaan anak dari COIN senantiasa mengikuti dinamika pasar dan melihat saat ini adalah momentum yang tepat untuk mengeksekusi rencana tersebut guna meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional di kancah global. Biaya yang lebih kompetitif akan menarik kembali konsumen lokal untuk bertransaksi di dalam negeri dan pada akhirnya dapat memperbesar pangsa pasar,” ujar Ade.

Langkah tersebut sejalan dengan temuan riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) yang menyoroti likuiditas pasar dan biaya transaksi sebagai tantangan utama industri aset kripto domestik. Dalam riset tersebut, sekitar 54,5% pengguna platform kripto menyatakan akan berpindah platform apabila biaya transaksi dinilai terlalu mahal.

Data tersebut mengindikasikan tingginya sensitivitas pengguna terhadap struktur biaya serta potensi capital outflowapabila bursa domestik tidak mampu menawarkan biaya yang kompetitif dibandingkan pasar global.

Menurut Ade, penurunan biaya transaksi diharapkan menciptakan efek berganda terhadap kinerja industri. Efisiensi biaya dinilai akan mendorong peningkatan frekuensi dan volume transaksi, sehingga penurunan tarif bursa berpotensi terkompensasi oleh pertumbuhan aktivitas perdagangan.

Baca Juga: CFX Pangkas Tarif demi Saingi Bursa Kripto Global

Lebih lanjut, COIN juga mendorong CFX untuk memperluas sumber pendapatan melalui pengembangan inovasi produk sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis. Salah satu fokus pengembangan diarahkan pada produk derivatif kripto guna memperbesar volume transaksi dan memperdalam likuiditas pasar.

Selain itu, COIN melihat peluang pada peluncuran produk-produk aset kripto baru yang berpotensi menjadi gelombang inovasi berikutnya di industri aset digital nasional.

“Kehadiran inovasi produk baru di industri aset kripto nasional akan menjadikan pasar kita kompetitif dan mendorong partisipasi investor lokal dan asing, baik perorangan maupun institusi menjadi lebih masif. COIN dan kedua anak perusahaan selalu terbuka untuk meluncurkan dan mendorong inovasi produk dan layanan baru guna mendongkrak kinerja perusahaan, sekaligus mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat perdagangan aset kripto di kawasan Asia Tenggara,” kata Ade.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: