Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Infinix Note Edge 5G, Rahasia Baterai 6.500 mAh di HP Tipis 7,2 mm

Infinix Note Edge 5G, Rahasia Baterai 6.500 mAh di HP Tipis 7,2 mm Kredit Foto: Wahyu Pratama
Warta Ekonomi, Jakarta -

Infinix Note Edge 5G mengejutkan pasar mid-range Indonesia dengan menghadirkan baterai 6.500 mAh pada bodi yang tetap ramping, hanya 7,2 mm, sebuah prestasi yang jarang ditemui di kelas harga Rp3 jutaan.

Keunggulan ini membuat banyak pengguna bertanya: bagaimana Infinix bisa menyematkan kapasitas sebesar itu tanpa membuat ponsel terasa tebal dan berat? Jawabannya terletak pada kombinasi desain internal cerdas, sel baterai modern, dan manajemen daya pintar.

Pertama, Note Edge 5G menggunakan sel baterai berlapis tipis (stacked cell), memungkinkan energi lebih besar ditempatkan di area terbatas tanpa menambah volume bodi secara signifikan. Teknik ini biasa digunakan di smartphone high-end, sehingga inovasi ini jarang ditemui di ponsel mid-range.

Selain itu, tata letak internal ponsel dibuat sangat efisien: modul kamera, motherboard, dan sistem pendingin ditempatkan sedemikian rupa sehingga ruang untuk baterai optimal, tanpa mengorbankan ketebalan perangkat.

Infinix juga menerapkan Battery Management System (BMS) canggih, yang mengatur arus masuk dan keluar dari sel baterai untuk menjaga kestabilan daya, mengurangi panas berlebih, dan memperpanjang umur pakai.

Teknologi fast charging 45W yang terintegrasi bekerja selaras dengan BMS, sehingga baterai dapat diisi dengan cepat tanpa meningkatkan risiko degradasi sel. Sistem ini memonitor suhu dan tegangan secara real-time untuk mencegah overheat atau overcharge.

Baterai 6.500 mAh memberikan ketahanan luar biasa: untuk penggunaan normal sehari-hari seperti browsing, chatting, dan streaming musik, Note Edge bisa bertahan hingga dua hari penuh.

Untuk aktivitas lebih berat seperti gaming ringan hingga menengah atau menonton video streaming lama, baterai mampu mendukung lebih dari satu hari penuh tanpa pengisian ulang, sesuatu yang jarang dicapai ponsel di segmen Rp3 jutaan.

Infinix juga menambahkan fitur self-repair / battery longevity, di mana sistem secara otomatis menyeimbangkan sel baterai, mengurangi risiko degradasi kapasitas setelah ratusan siklus pengisian.

Fitur ini memastikan baterai tetap sehat, sehingga kapasitas maksimal mendekati angka asli bahkan setelah penggunaan beberapa tahun. Ini menjadi nilai tambah penting bagi pengguna Indonesia yang cenderung mempertahankan ponsel lebih lama.

Selain itu, kombinasi baterai besar dan manajemen daya cerdas memungkinkan perangkat tetap tipis tanpa mengorbankan performa layar. Note Edge 5G mempertahankan layar AMOLED 6,78 inci 1,5K dengan kecerahan 4.500 nits dan refresh rate 120 Hz.

Chipset MediaTek Dimensity 7100 5G yang efisien mendukung optimalisasi konsumsi daya, sehingga performa tinggi untuk multitasking atau gaming ringan tidak membuat baterai cepat habis.

RAM 8 GB LPDDR5X dan storage UFS 2.2 meminimalkan bottleneck, menjaga sistem tetap responsif tanpa konsumsi energi berlebih.

Fast charging 45W dikombinasikan dengan sistem pendingin internal untuk menjaga suhu tetap stabil saat pengisian, sehingga baterai tidak cepat panas dan umur pakai tetap panjang.

Baca Juga: Bedah Infinix Note Edge 5G, Fitur Premium di Bawah Rp4 Juta Indonesia

Dengan harga Rp3.299.000–Rp3.499.000, Infinix Note Edge 5G menawarkan solusi langka: baterai monster, bodi tipis, dan fitur self-repair di segmen mid-range, membuatnya cocok untuk pengguna aktif yang sering mobile.

Fitur tambahan seperti sensor fingerprint di layar, NFC, IR Blaster, dan kamera 50 MP menambah nilai fungsional tanpa membuat perangkat terasa bulky.

Secara keseluruhan, Infinix Note Edge 5G menunjukkan bahwa inovasi baterai tidak harus identik dengan ponsel tebal, melainkan kombinasi desain pintar, teknologi sel baterai modern, dan manajemen daya cerdas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: