Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Emiten Prajogo Pangestu (CUAN) Mulai Bangun Pembangkit Listrik Seharga Rp10 Triliun di Haltim

Emiten Prajogo Pangestu (CUAN) Mulai Bangun Pembangkit Listrik Seharga Rp10 Triliun di Haltim Kredit Foto: CUAN
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten Prajogo Pangestu di bidang pertambangan, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) memulai konstruksi proyek Pembangkit Listrik berkapasitas 680 megawatt (MW) di kawasan industri terintegrasi Feni Haltim (FHT) Industrial Park, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

Pembangunan proyek dengan nilai estimasi investasi proyek sekitar US$600 juta atau setara dengan Rp10 triliun ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking oleh anak usaha Petrindo melalui PT Volta Daya Energi Indonesia (VDEI), yakni PT Guna Darma Integra (GDI).

Groundbreaking dilakukan sebagai penanda dimulainya pembangunan pembangkit listrik yang akan menopang kebutuhan energi kawasan industri FHT Industrial Park, yang dikembangkan sebagai bagian dari strategi hilirisasi mineral pemerintah, khususnya untuk pengembangan pusat industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri.

Baca Juga: Beda Arah Gerak Saham CUAN dan BRPT Usai Prajogo Pangestu Borong Rp15,8 Miliar

Direktur Utama PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk Michael menyatakan pembangunan pembangkit listrik ini mencerminkan komitmen perseroan dalam mendukung pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional, sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor energi dan industri nikel.

Groundbreaking proyek Pembangkit Listrik ini merupakan komitmen Petrindo untuk berkontribusi serta berperan aktif dalam mendukung pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik, sekaligus terus meningkatkan nilai tambah bagi sektor energi dan industri nikel di Indonesia. Pembangunan Pembangkit Listrik ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Petrindo yang sejalan dengan visi Perusahaan dalam menciptakan nilai berkelanjutan melalui kegiatan pertambangan mineral dan energi,” ujar Michael.

Baca Juga: Diborong Prajogo Pangestu Rp10,8 Miliar, Saham CUAN Rebound!

Pembangkit listrik berkapasitas 680 MW tersebut dirancang untuk mendukung operasional kawasan industri FHT Industrial Park yang dikembangkan sebagai kawasan industri terintegrasi. Kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengolahan dan hilirisasi mineral, khususnya nikel, dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik nasional.

Sebagai informasi, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk merupakan perusahaan induk yang menjalankan kegiatan usaha di sektor pertambangan mineral dan energi melalui anak-anak perusahaannya. Perseroan memiliki tiga lini bisnis utama, yakni pertambangan mineral yang mencakup batubara termal, batubara metalurgi, dan emas; jasa pertambangan yang menyediakan layanan kontrak pertambangan terintegrasi serta jasa engineering, procurement, and construction (EPC); serta lini infrastruktur dan jasa lainnya, termasuk penyediaan fasilitas offshore supply base dan pembangkit listrik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: