Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Deutsche Bank: Harga Anjlok, Bitcoin (BTC) Mulai Tak Dipercaya Investor

Deutsche Bank: Harga Anjlok, Bitcoin (BTC) Mulai Tak Dipercaya Investor Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Jerman Deutsche Bank (DB) menilai penurunan terbaru harga bitcoin bukan disebabkan oleh satu guncangan makroekonomi besar, melainkan oleh erosi bertahap kepercayaan pasar di kalangan institusi dan regulator.

Deutsche Bank menyebut tiga faktor utama yang menekan bitcoin, yakni arus keluar dana institusional yang berkelanjutan, rusaknya hubungan historis bitcoin dengan pasar keuangan lain serta melemahnya momentum regulasi yang sebelumnya menopang likuiditas dan menekan volatilitas.

Baca Juga: Market Sangat Bearish, Harga Bitcoin (BTC) Anjlok Hingga US$66.000

Menurut bank tersebut, fase yang sedang berlangsung lebih mencerminkan proses penyesuaian ulang dibandingkan keruntuhan pasar. Periode ini menjadi ujian apakah bitcoin mampu matang melampaui kenaikan berbasis sentimen semata dan kembali mendapatkan dukungan dari kerangka regulasi serta modal institusional.

“Meski penurunan harga bitcoin terlihat tajam jika dibandingkan dengan sejarah jangka panjangnya, pergerakan ini mencerminkan mundurnya keuntungan yang sangat spekulatif dalam dua tahun terakhir, yang menunjukkan bahwa bitcoin masih memiliki ruang untuk berkembang,” kata Analis Deutsche Bank, Marion Laboure dan Camilla Siazon.

Sepanjang tahun ini, bitcoin juga menunjukkan penyimpangan signifikan dari narasi lamanya sebagai emas digital. Saat harga emas melonjak didorong pembelian bank sentral dan permintaan aset lindung nilai, bitcoin justru mencatat beberapa penurunan bulanan dan berkinerja lebih buruk dibandingkan aset berisiko utama.

Korelasi bitcoin dengan saham dan emas ikut melemah, membuat aset kripto terbesar tersebut semakin terisolasi di tengah stabilisasi pasar keuangan global. Sejak mencapai puncaknya, pasar kripto memasuki fase penurunan berkelanjutan, dengan bitcoin anjlok lebih dari 40%.

Berbeda dengan penurunan sebelumnya yang dipicu faktor makroekonomi luas, pelemahan kali ini terjadi meskipun pasar saham dan emas mengalami pemulihan. Hal ini mencerminkan melemahnya permintaan dan memudarnya momentum beli di pasar kripto.

Deutsche Bank juga menyoroti semakin jauhnya bitcoin dari jangkar pasar tradisional. Hubungannya dengan emas melemah tajam, merusak klaim sebagai aset lindung nilai, sementara korelasinya dengan saham turun ke kisaran belasan persen, jauh lebih rendah dibandingkan periode tekanan makro sebelumnya ketika bitcoin bergerak searah dengan saham teknologi.

Baca Juga: Ditopang Sejumlah Faktor, Bitcoin (BTC) Disebut Akan Kalahkan Emas Hanya Dalam Sepuluh Tahun

Meski demikian, bank tersebut mengingatkan agar penurunan ini tidak ditafsirkan secara berlebihan. Bahkan setelah koreksi tajam, harga bitcoin masih sekitar 370% lebih tinggi dibandingkan awal 2023. Adapun harga bitcoin baru-baru ini jatuh hingga menyentuh level US$66.000 di Jumat (6/2).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: