Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OJK Optimis Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Rp250 Triliun di 2026

OJK Optimis Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Rp250 Triliun di 2026 Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memasang target optimis terhadap aktivitas penggalangan dana di pasar modal Indonesia. OJK bahkan menargetkan total penghimpunan dana dapat menyentuh angka Rp250 triliun hingga akhir 2026.

Pejabat sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan optimisme tersebut didorong oleh geliat ekonomi nasional dan serangkaian reformasi kebijakan bursa.

"Kita optimis. Kebetulan juga ada agenda besar untuk mendorong peningkatan free float," ujar Hasan saat ditemui dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga: BEI Sesuaikan Peraturan I-A, Naikkan Free Float Minimum Jadi 15%

Hasan menambahkan saat ini merupakan momentum yang tepat bagi korporasi untuk melakukan ekspansi melalui berbagai instrumen pendanaan.

Pertumbuhan kegiatan usaha yang mulai tampak di berbagai sektor, kata dia menjadi indikator utama penguatan pasar modal.

"Tentu kita berharap koorporasi memanfaatkan pasar modal untuk sarana terbaik melakukan penggalangan dana, baik berupa penawaran ekuitas, penawaran saham, right issue dan sebagainya maupun instrumen surat utang. Baik dari pemerintah maupun dari korporasi kita," jelas dia.

Baca Juga: Purbaya Prediksi IHSG Naik Setelah Pemilihan Ketua OJK Baru

Sejalan dengan itu, OJK juga memberikan perhatian khusus pada pengembangan instrumen sustainable finance.

Dengan memperbanyak pilihan instrumen hijau, pasar modal Indonesia diharapkan tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga kualitas dan daya saing di tingkat global.

"Jangan lupa kita juga sangat fokus untuk mendorong penerbitan instrumen keuangan yang bersifat hijau atau sustainable," jelas dia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: