Kredit Foto: Wahyu Pratama
iQOO 15 Ultra mulai dibicarakan sebagai kandidat flagship gaming baru yang siap menantang dominasi RedMagic dan Black Shark di 2026.
Ponsel ini diposisikan sebagai perangkat performa tinggi yang tidak hanya mengandalkan chipset kencang, tetapi juga ekosistem gaming yang matang.
Di atas kertas, iQOO 15 Ultra diperkirakan mengusung chipset kelas atas terbaru Snapdragon 8 Gen 4 atau penerusnya yang fokus pada lonjakan performa GPU dan efisiensi daya.
Kombinasi chipset tersebut dengan RAM hingga 16 GB LPDDR5X dan storage UFS 4.1 membuatnya dirancang untuk memuat game besar dengan loading sangat cepat.
Layar AMOLED 6,78 inci resolusi 2K dengan refresh rate 144 Hz menjadi fondasi visual yang memanjakan gamer kompetitif.
Panel ini biasanya dilengkapi touch sampling rate tinggi agar respons sentuhan lebih presisi saat bermain FPS atau MOBA.
Untuk menjaga performa stabil, iQOO disebut menyiapkan sistem pendingin vapor chamber besar dengan multilayer graphite cooling.
Pendekatan ini penting karena performa puncak chipset modern hanya bisa dipertahankan jika suhu tetap terkendali.
Di sektor kontrol, iQOO 15 Ultra diperkirakan membawa pressure-sensitive trigger atau shoulder button virtual yang bisa dipetakan ke berbagai fungsi game.
Fitur tersebut membuat pengalaman bermain terasa lebih mendekati konsol portabel dibanding smartphone biasa.
Baterai besar di kisaran 6.000–6.500 mAh menjadi bekal agar sesi gaming panjang tidak cepat terputus.
Teknologi fast charging 120 W yang identik dengan iQOO memungkinkan pengisian sangat cepat dalam waktu singkat.
Baca Juga: Fitur Rahasia RedMagic 11 Pro yang Dicari Gamer Kompetitif, AI Coach Pertama
Jika dibanding RedMagic 11 Pro, iQOO 15 Ultra mungkin tidak memakai kipas internal, tetapi mengandalkan optimasi termal dan software tuning.
Keunggulan pendekatan ini adalah bodi tetap ramping dan suara perangkat lebih senyap saat bermain.
Melawan Black Shark, iQOO biasanya unggul pada optimasi software dan kestabilan frame rate jangka panjang.
Funtouch OS versi gaming iQOO juga dikenal menyediakan mode e-sports, game frame interpolation, dan pengaturan performa granular.
Fitur seperti network acceleration membantu menjaga koneksi stabil saat bermain game online kompetitif.
Di luar gaming, iQOO 15 Ultra tetap membawa kamera flagship dengan sensor utama 50 MP OIS agar tidak terasa seperti perangkat niche.
Strategi ini membuatnya menarik bagi pengguna yang ingin satu perangkat untuk game dan kebutuhan harian.
Untuk harga, iQOO 15 Ultra diperkirakan masuk Indonesia di kisaran Rp10–12 jutaan tergantung konfigurasi memori.
Rentang tersebut menempatkannya di antara flagship mainstream dan gaming phone murni.
Dengan kombinasi performa, charging super cepat, dan fitur gaming khusus, iQOO 15 Ultra punya alasan kuat menantang RedMagic dan Black Shark.
Jika realisasi spesifikasinya sesuai bocoran, persaingan HP gaming 2026 bisa menjadi yang paling panas dalam beberapa tahun terakhir.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: