Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bank Sentral Eropa Curiga Dolar Sengaja Dilemahkan Trump

Bank Sentral Eropa Curiga Dolar Sengaja Dilemahkan Trump Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Sentral Eropa (ECB) Penguatan nilai tukar euro terhadap dolar saat ini dinilai bukan karena fundamental ekonomi kawasan euro yang membaik, melainkan akibat melemahnya mata uang dari Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Reuters, Anggota Dewan Kebijakan European Central Bank, Martin Kocher mengatakan blok euro belum berada dalam kondisi pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat untuk mendorong euro menguat secara alami.

Baca Juga: POCO X8 Pro Series Bocor di Eropa, Bawa Spesifikasi Monster dan Harga Kompetitif

Kocher menyebut pelemahan dolar menjadi faktor utama di balik pergerakan mata uang tersebut, dan kondisi itu berpotensi sejalan dengan kepentingan politik dari Amerika Serikat.

Menurutnya, Eropa kini juga semakin dipersepsikan sebagai aset safe haven dibandingkan satu atau dua tahun lalu.

Ia menegaskan bahwa kekuatan euro saat ini lebih mencerminkan tekanan pada dolar, bukan lonjakan kepercayaan terhadap prospek ekonomi kawasan euro yang masih dibayangi pertumbuhan lemah.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berulang kali menyuarakan keinginannya agar bank sentral negaranya memangkas suku bunga secara agresif.

Trump bahkan mengklaim telah mendapatkan komitmen terkait kebijakan suku bunga dari Kevin Warsh. Ia diketahui nominasikan sosok itu sebagai Calon Ketua The Federal Reserve (The Fed)..

Tekanan politik terhadap kebijakan moneter tersebut dinilai turut memengaruhi persepsi pasar global terhadap arah dolar. Investor melihat peluang pelonggaran moneter pemerintah sebagai faktor yang membebani mata uang dolar, sekaligus mendorong arus dana ke mata uang lain, termasuk euro.

Baca Juga: Tantang Donald Trump, Rusia: Kami Akan Terus Pasok Minyak ke Kuba!

Komentar Kocher menambah sinyal bahwa dinamika nilai tukar global saat ini tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi, tetapi juga oleh arah kebijakan dan kepentingan politik di Amerika Serikat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: