Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Polemik Target Harga Saham, BEI Panggil Samuel dan RLCO Bantah Ada Deal

Polemik Target Harga Saham, BEI Panggil Samuel dan RLCO Bantah Ada Deal Kredit Foto: IDX
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah memanggil PT Samuel Sekuritas Indonesia untuk meminta klarifikasi atas risetnya yang terkait target harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk(RLCO) yang diproyeksikan dapat menembus Rp80.000 per saham.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menyatakan pemanggilan terhadap Samuel Sekuritas telah dilakukan menyusul polemik yang berkembang di pasar.

“Kalau enggak salah, kita sudah sempat panggil (Samuel Sekuritas). Nanti saya mesti nanya lagi ke teman-teman ya. Seingat saya, sudah saya panggil,” ujar Irvan kepada media di Gedung BEI, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Irvan menambahkan, BEI akan membahas lebih lanjut persoalan tersebut bersama Otoritas Jasa Keuangan untuk menentukan langkah lanjutan. “Kita diskusikan dulu sama OJK mau gimana,” imbuhnya.

Klarifikasi RLCO, Bantah Ada Deal

Di tengah sorotan terhadap riset tersebut, manajemen RLCO menegaskan tidak memiliki kesepakatan apa pun dengan Samuel Sekuritas terkait penyusunan maupun penerbitan laporan riset ekuitas dimaksud. Penegasan itu disampaikan perseroan dalam surat resmi kepada BEI sebagai respons atas permintaan klarifikasi bursa.

Perseroan menyatakan laporan riset ekuitas (equity research report) yang diterbitkan Samuel Sekuritas pada 26 Januari 2026 bukan merupakan bagian dari perjanjian maupun pelaksanaan kontrak apa pun yang berkaitan dengan proses penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Baca Juga: Saham RLCO Dibidik Naik 820% Hingga Tembus Rp80.000, Kok Bisa?

“Laporan riset ekuitas tersebut bukan merupakan bagian dari, maupun pelaksanaan dari, perjanjian apa pun antara Perseroan dengan PT Samuel Sekuritas Indonesia terkait proses Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan,” tulis manajemen RLCO dalam surat klarifikasi kepada BEI.

RLCO juga menegaskan tidak menugaskan, meminta, atau memberikan instruksi kepada Samuel Sekuritas untuk menyusun atau menerbitkan riset tersebut sebagai bagian dari perikatan IPO. Perseroan menyebut riset tersebut sepenuhnya merupakan analisis dan pandangan pihak ketiga.

Selain itu, RLCO menyatakan tidak menemukan adanya informasi atau fakta material dalam riset tersebut yang belum pernah diungkapkan kepada publik atau dilaporkan kepada BEI sesuai ketentuan keterbukaan informasi.

Riset Samuel Sekuritas dan Proyeksi Harga Ekstrem

Dalam laporan riset yang dirilis pada 26 Januari 2026, Samuel Sekuritas memproyeksikan saham RLCO berpotensi mencatatkan kenaikan signifikan, didorong oleh prospek kinerja perseroan yang dinilai masih solid.

Prospek tersebut ditopang oleh pertumbuhan ekspor sarang burung walet serta meningkatnya permintaan produk wellnesspada segmen makanan dan minuman (food and beverage/F&B).

Riset tersebut memproyeksikan RLCO mencatatkan pertumbuhan pendapatan rata-rata tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 21,5% pada periode 2024–2027, seiring permintaan luar negeri yang dinilai tetap kuat serta dinamika industri yang masih kondusif.

Baca Juga: Saham RLCO Terbang 5.000% Sejak IPO, Investor 1 Lot Modal Rp16.800 Kini Jadi Rp870 Ribu

Samuel Sekuritas juga menyebut saham RLCO berpeluang masuk dalam perhitungan indeks MSCI Indonesia. Dengan kapitalisasi pasar yang disesuaikan sekitar Rp3,5 triliun atau harga saham sekitar Rp8.800 per saham, RLCO dinilai berpeluang masuk kategori MSCI Indonesia Small Cap Index.

Untuk masuk kategori MSCI Indonesia Large Cap, harga saham RLCO disebut perlu mencapai sekitar Rp80.000 per saham. Target harga tersebut menuai sorotan karena mencerminkan potensi kenaikan sekitar 820% dari kisaran harga saham sebelum polemik mencuat.

Samuel Sekuritas kemudian menegaskan bahwa target harga Rp80.000 per saham tersebut merupakan hasil perhitungan analisis apabila RLCO ingin menjadi konstituen MSCI Indonesia Large Cap Index dan tidak memiliki keterkaitan dengan kebijakan MSCI.

Pergerakan Saham RLCO Sejak IPO

Berdasarkan data Stockbit, harga saham RLCO telah melesat sekitar 4.111,31% atau 6.907 poin sejak penawaran umum perdana. Saat ini, saham RLCO berada di level Rp7.075 per saham, naik dari harga IPO Rp168 per saham.

Saham RLCO sempat menyentuh level tertinggi di posisi Rp8.700 pada 20 Januari 2026. Namun, dalam beberapa hari terakhir, saham RLCO masuk dalam pemantauan bursa dan mengalami tekanan.

PT Abadi Lestari Indonesia Tbk resmi melantai di BEI pada Senin, 8 Desember 2025. Pada hari pertama perdagangan, saham RLCO langsung melonjak dan menyentuh auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 34,52% ke level Rp226 per saham.

Baca Juga: Kinerja Melejit, Kopi Kenangan Perkuat Jalan Menuju IPO

Dalam aksi IPO tersebut, RLCO melepas sebanyak 625 juta saham kepada publik atau setara 20% dari total modal ditempatkan dan disetor. Harga penawaran ditetapkan di level Rp168 per saham, sehingga perseroan menghimpun dana sekitar Rp105 miliar.

Samuel Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter) tunggal. Dana hasil IPO dialokasikan sebesar 56,33% untuk kebutuhan modal kerja, sementara 43,67% disalurkan kepada PT Realfood Winta Asia dalam bentuk penyertaan modal guna merealisasikan rencana pembelian sarang burung walet.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: