Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kinerja Melejit, Kopi Kenangan Perkuat Jalan Menuju IPO

Kinerja Melejit, Kopi Kenangan Perkuat Jalan Menuju IPO Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bumi Berkah Boga yang menaungi merek Kopi Kenangan memberikan sinyal penguatan kesiapan menuju penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) setelah membukukan kinerja keuangan solid sepanjang tahun buku 2025, termasuk mencatatkan laba bersih tahunan pertama sejak berdiri.

Sepanjang 2025, Kopi Kenangan membukukan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 45% secara tahunan menjadi USD184 juta. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar USD17 juta dengan EBITDA mencapai USD37 juta. Hingga akhir 2025, Kopi Kenangan telah mengoperasikan 1.324 gerai di enam negara.

Chief Executive Officer Kopi Kenangan Edward Tirtanata mengatakan perusahaan secara sengaja membangun bisnis dengan disiplin dan tata kelola setara perusahaan publik.

“Kami mengambil jalan yang disengaja, disiplin, dan berorientasi pada pembangunan perusahaan yang siap IPO. Itulah mengapa kami membagikan angka-angka kami hari ini, bukan untuk pengakuan, tetapi untuk berbagi bagaimana kami membangun Kopi Kenangan untuk jangka panjang,” ujar Edward, dikutip dari LinkedIn, Selasa (10/2/2026).

Tata Kelola dan Ekspansi Regional

Edward menjelaskan, seiring dengan kematangan perusahaan, Kopi Kenangan menerapkan disiplin pelaporan keuangan tingkat IPO. Selama delapan tahun keuangan terakhir, perusahaan mempertahankan opini audit tanpa kualifikasi dari auditor eksternal Big Four.

Perusahaan juga mempercepat siklus penutupan dan pelaporan keuangan, memperkuat proses bisnis serta pengendalian internal, dan meningkatkan pemanfaatan teknologi serta analitik data untuk mendukung tata kelola dan pengambilan keputusan.

Baca Juga: Polemik Target Harga Saham, BEI Panggil Samuel dan RLCO Bantah Ada Deal

Di Indonesia, pendapatan bersih Kopi Kenangan tumbuh 40% secara tahunan pada 2025, ditopang pertumbuhan penjualan toko yang sama (same-store sales growth) sebesar 15%. Di Malaysia, perusahaan hampir menggandakan pendapatan dan mencatatkan EBITDA positif seiring perbaikan ekonomi unit bisnis.

Kopi Kenangan juga melanjutkan ekspansi ke luar Asia Tenggara, termasuk ke India dan Australia, sebagai bagian dari strategi menjadikan merek Indonesia sebagai pemain konsumen global.

Proyeksi 2026 dan Rencana IPO

Mengutip Business Times, Kopi Kenangan memperkirakan pendapatan bersih di Indonesia akan meningkat 36% menjadi Rp3,2 triliun pada 2026, dengan laba bersih diproyeksikan tumbuh 40% menjadi Rp529 miliar.

Proyeksi tersebut muncul di tengah ketidakpastian konsumsi domestik, meski kepercayaan konsumen Indonesia kembali membaik pada paruh akhir 2025. Edward menyebut strategi agresif dalam akuisisi dan retensi pelanggan menjadi kunci menjaga pertumbuhan.

Baca Juga: OJK Terapkan Free Float 15%, Minat IPO Berpotensi Tersaring

“Cara terbaik untuk keluar dari ketidakpastian makroekonomi terkadang adalah bersikap ofensif, bukan defensif,” kata Edward.

Pada 2026, Kopi Kenangan berencana membuka sekitar 330 gerai baru di Indonesia, 75 gerai di Malaysia, serta 10–20 gerai di masing-masing pasar lainnya. Edward menegaskan Indonesia akan tetap menjadi kontributor utama pertumbuhan dan profitabilitas grup dalam lima tahun ke depan.

Baca Juga: Polemik Target Harga Saham, BEI Panggil Samuel dan RLCO Bantah Ada Deal

Meski demikian, Edward menegaskan Kopi Kenangan tidak berencana melakukan IPO pada 2026 dan belum menetapkan waktu maupun lokasi pencatatan saham.

“Saya pikir banyak perusahaan yang melantai di bursa terlalu cepat. Bagi kami, IPO adalah sesuatu yang hanya terjadi sekali seumur hidup, jadi lebih baik kami melakukannya dengan benar,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: