Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pasar Obligasi Bergairah, Emisi Surat Utang 2026 Capai Rp28,71 T

Pasar Obligasi Bergairah, Emisi Surat Utang 2026 Capai Rp28,71 T Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Aktivitas penerbitan surat utang di pasar modal domestik menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang 2026 total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat mencapai 30 emisi dari 21 emiten dengan nilai Rp28,71 triliun.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmaf, mengatakan secara kumulatif jumlah emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di bursa kini mencapai 677 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp560,01 triliun dan USD134,01 juta, yang diterbitkan oleh 133 emiten.

Selain instrumen korporasi, surat utang negara juga mendominasi pasar. Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di bursa saat ini berjumlah 186 seri dengan total nilai nominal Rp6.683,44 triliun dan USD352,10 juta. Adapun produk Efek Beragun Aset (EBA) tercatat sebanyak tujuh emisi dengan total nilai Rp3,69 triliun.

BEI juga melaporkan bahwa selama periode 23–27 Februari 2026 terdapat delapan pencatatan efek yang terdiri dari enam obligasi dan dua sukuk. Pada Rabu (25/2/2026), Obligasi Berkelanjutan VI Indomobil Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Indomobil Finance Indonesia mulai dicatatkan di BEI.

“Obligasi dicatatkan dengan nominal pokok Rp2,5 triliun. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia(PEFINDO) untuk obligasi adalah AA- (Double A Minus) dengan Wali Amanat PT Bank Mega Tbk,” ujarnya, dikutip dari keterbukaan informasi, Minggu (1/3/2026).

Pada hari yang sama, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry mencatatkan dua instrumen, yakni Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2026 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2026. Kedua instrumen tersebut masing-masing memiliki nilai pokok Rp1,05 triliun dan Rp1,55 triliun.

“PEFINDO memberikan peringkat idA (Single A) untuk obligasi dan idA(sy) (Single A Syariah) untuk sukuk, dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk bertindak sebagai Wali Amanat,” jelasnya.

Selanjutnya, pada Kamis (26/2/2026), Obligasi Berkelanjutan V SANF dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Surya Artha Nusantara Finance mulai dicatatkan di BEI dengan nilai pokok Rp1,2 triliun. Obligasi ini memperoleh peringkat idAA (Double A) dari PEFINDO dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbksebagai Wali Amanat.

Pada hari yang sama, Obligasi Berkelanjutan IV Bank Panin Tahap IV Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Bank Pan Indonesia Tbk juga resmi tercatat dengan nilai pokok Rp2,71 triliun. Instrumen ini memperoleh peringkat idAA (Double A) dari PEFINDO dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat.

Kemudian pada Jumat (27/2/2026), Obligasi Berkelanjutan VII Federal International Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2026 mulai dicatatkan di BEI dengan nilai pokok Rp2,5 triliun. Berdasarkan pemeringkatan dari Fitch Ratings Indonesia, obligasi ini memperoleh peringkat tertinggi AAA(idn) (Triple A) dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat.

Baca Juga: Nilai Transaksi Saham Naik 25% dalam Sepekan, IHSG Justru Melemah

Baca Juga: Moody’s Tetapkan Peringkat Baa2 untuk Obligasi Global Indonesia

Baca Juga: Melihat Prospek dan Arah Pasar Modal Pasca Peringatan MSCI dan Moody's

Masih di hari yang sama, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk mencatatkan Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III Tahun 2026 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Tahap III Tahun 2026 dengan nilai pokok masing-masing Rp2 triliun dan Rp500 miliar.

“PEFINDO memberikan peringkat idAAA (Triple A) untuk obligasi dan idAAA(sy) (Triple A Syariah) untuk sukuk, dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat,” pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: