Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bidik 60 Ribu WNI di Korea, CBI Perluas Akses Kredit Diaspora bersama Korea Credit Bureau

Bidik 60 Ribu WNI di Korea, CBI Perluas Akses Kredit Diaspora bersama Korea Credit Bureau Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Credit Bureau Indonesia (CBI) menjalin kemitraan strategis dengan Korea Credit Bureau Co., Ltd. (KCB) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) guna memperkuat layanan informasi perkreditan lintas negara.

Kolaborasi ini ditujukan untuk memperluas akses layanan keuangan bagi diaspora Indonesia di Korea Selatan maupun warga Korea yang tinggal di Indonesia, sekaligus mendorong integrasi ekosistem keuangan regional.

Penandatanganan kerja sama dilakukan pada 10 Februari 2026 oleh Direktur Utama CBI Anton K. Adiwibowo dan CEO KCB Jongsup Hwang. Melalui kemitraan tersebut, riwayat kredit dari masing-masing lembaga dapat dimanfaatkan oleh individu di negara mitra untuk berbagai kebutuhan finansial, seperti pembukaan rekening pinjaman, pengajuan kartu kredit, layanan remitansi, hingga produk keuangan lainnya.

Bagi pekerja migran dan mahasiswa Indonesia di Korea Selatan, pemanfaatan data kredit dari CBI diharapkan mempermudah proses penilaian kelayakan kredit oleh lembaga keuangan setempat. Sebaliknya, warga Korea di Indonesia dapat menggunakan rekam jejak kredit dari KCB untuk mengakses layanan finansial domestik.

Langkah ini menjawab tantangan yang kerap dihadapi diaspora dalam mengakses pembiayaan, yakni tidak tersedianya riwayat kredit di negara tujuan. Berdasarkan data Korean Immigration Services tahun 2025, terdapat lebih dari 60.000 warga negara Indonesia yang belajar dan bekerja di Korea Selatan, menjadikan mereka kelompok warga asing terbesar keenam di negara tersebut. Sementara itu, lebih dari 26.300 warga Korea menetap di Indonesia.

Direktur Utama CBI Anton K. Adiwibowo mengatakan inisiatif ini selaras dengan upaya memperluas inklusi keuangan, khususnya bagi pekerja migran yang memiliki kontribusi ekonomi signifikan bagi keluarga dan negara.

“Inisiatif ini sejalan dengan misi kami untuk memperluas akses layanan keuangan bagi segmen yang selama ini kurang terlayani. Dengan memanfaatkan riwayat kredit lintas negara, kami berharap dapat mendorong akses keuangan yang lebih inklusif, aman, dan berbasis data,” ujarnya.

CEO KCB Jongsup Hwang menambahkan bahwa integrasi informasi perkreditan lintas negara merupakan langkah strategis untuk membuka peluang finansial yang lebih luas di kawasan Asia.

“Kemitraan dengan CBI adalah langkah strategis dalam membangun jaringan layanan informasi kredit yang terintegrasi di Asia guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Dari perspektif industri, kolaborasi ini juga mencerminkan meningkatnya kebutuhan lembaga keuangan terhadap data kredit yang cepat dan andal untuk mendukung pengambilan keputusan secara real-time. CBI mencatat telah melakukan transformasi infrastruktur inti pada 2025 melalui model private deployment dan server dual-active, yang memungkinkan respons API di bawah satu detik sekaligus meningkatkan ketahanan sistem.

Sebagai lembaga pengelola informasi perkreditan (LPIP) terbesar di Indonesia, CBI menyediakan layanan data kredit konsumen dan bisnis, solusi analitik, serta platform verifikasi UMKM melalui Portal SME Bureau dan aplikasi Skorku. Lembaga ini berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah mengantongi sejumlah sertifikasi standar keamanan data internasional.

Sementara itu, KCB merupakan biro kredit utama di Korea Selatan yang didukung berbagai institusi keuangan sejak berdiri pada 2005. Perusahaan ini mengembangkan layanan berbasis teknologi Explainable AI dan aktif memperluas kolaborasi lintas negara di kawasan Asia-Pasifik.

Kemitraan kedua lembaga diharapkan dapat meningkatkan konektivitas sistem keuangan lintas negara sekaligus memperluas inklusi finansial bagi individu yang bekerja, belajar, atau beraktivitas ekonomi di luar negara asalnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: