Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pangkas Ketergantungan Impor, PLN Nusantara Power Gandeng Industri Lokal Perkuat TKDN

Pangkas Ketergantungan Impor, PLN Nusantara Power Gandeng Industri Lokal Perkuat TKDN Kredit Foto: PLN Nusantara Power
Warta Ekonomi, Jakarta -

Warta Ekonomi, Jakarta - PT PLN Nusantara Power (PLN NP) secara agresif mempercepat program substitusi impor pada rantai pasok infrastruktur ketenagalistrikan nasional.

Melalui anak usahanya, PT PLN Suku Cadang (PLN SC), subholding pembangkitan terbesar di Asia Tenggara ini resmi menjalin kerja sama strategis dengan industri manufaktur lokal untuk pengadaan komponen vital pembangkit.

Langkah ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara PLN SC dan PT Metinca Prima Industrial Works di Tambun, Bekasi, Kamis (5/2/2026).

Kolaborasi ini difokuskan pada penyediaan komponen casting, valve, dan berbagai suku cadang pendukung operasional pembangkit yang selama ini masih didominasi produk impor.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menegaskan, peningkatan implementasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan fondasi bagi keandalan operasional jangka panjang.

“PLN Nusantara Power berkomitmen menjadikan TKDN sebagai fondasi dalam menjaga keandalan pembangkit dan memperkuat kemandirian industri nasional."

"Melalui kolaborasi PLN Suku Cadang dengan Metinca, kami memastikan kebutuhan operasional pembangkit dipenuhi oleh produk dalam negeri oleh tenaga kerja lokal yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Ruly.

Di tengah fluktuasi rantai pasok global, penguatan industri manufaktur domestik menjadi kunci efisiensi biaya operasional (OPEX) PLN Grup.

Ruly menambahkan, strategi ini memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap ekonomi nasional.

“Penguatan TKDN tidak hanya memastikan keberlanjutan pasokan suku cadang, tetapi juga mendorong substitusi impor, efisiensi biaya, serta menciptakan nilai tambah bagi industri nasional secara berkelanjutan,” tuturnya.

Senada, Direktur Utama PT PLN Suku Cadang Thommi Haposan menyatakan, pemilihan mitra lokal didasarkan pada standar ketat KWH (Kualitas, Waktu, dan Harga), untuk menjamin aspek teknis di lapangan tidak terkompromi.

“Kami optimistis produk-produk yang dihasilkan PT Metinca Prima Industrial Works telah memenuhi standar kualitas, ketepatan waktu pemenuhan, serta harga yang kompetitif."

"Kolaborasi ini memperkuat peran PLN Suku Cadang dalam memastikan keandalan pembangkit sekaligus mendukung peningkatan penggunaan produk dalam negeri,” jelas Thommi.

Pemanfaatan fasilitas foundry (pengecoran) dan layanan permesinan lokal dianggap mampu menjawab tantangan spesifikasi teknis tinggi di sektor pembangkitan.

Direktur Utama PT Metinca Prima Industrial Works Hasan Naser menyatakan kesiapan fasilitas produksinya dalam mendukung infrastruktur ketenagalistrikan nasional.

“Pengalaman kami selama puluhan tahun dalam memproduksi komponen pengecoran untuk berbagai sektor industri, termasuk pembangkit listrik, menjadi modal utama dalam menjaga kualitas produk."

"Keberhasilan ini didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, teknologi, serta fasilitas produksi yang kami miliki,” ucap Hasan.

Ia juga berharap kerja sama ini menjadi sinyal positif bagi ekosistem manufaktur dalam negeri, untuk terus berkontribusi pada skala strategis.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak, sekaligus memperluas kontribusi industri manufaktur dalam negeri dalam mendukung keandalan infrastruktur ketenagalistrikan nasional,” harap Hasan. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus

Bagikan Artikel: