Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bursa Asia Hari Ini (13/2) Dibuka Melemah, Saham Teknologi Jadi Biang Keroknya

Bursa Asia Hari Ini (13/2) Dibuka Melemah, Saham Teknologi Jadi Biang Keroknya Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Asia melemah pada perdagangan di Jumat (13/2). Ia terseret kekhawatiran menyusutnya margin keuntungan sektor teknologi yang mendorong investor beralih ke aset aman menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).

Berikut adalah catatan pergerakan harga perdagangan terakhir dari Bursa Asia

  • Hang Seng (Hong Kong): Turun 1,49% ke 26.629,34
  • CSI 300 (China): Turun 0,43% ke 4.699,08
  • Shanghai Composite (China): Turun 0,37% ke 4.118,92
  • Nikkei 225 (Jepang): Turun 0,79% ke 57.185,01
  • Topix (Jepang): Turun 0,99% ke 3.843,65
  • Kospi (Korea Selatan): Naik 0,56% ke 5.553,39
  • Kosdaq (Korea Selatan): Turun 1,64% ke 1.107,57

Tekanan pasar berawal dari Wall Street. Nasdaq Composite anjlok menyusul laporan kinerja Cisco Systems. Perusahaan tersebut membukukan margin kotor disesuaikan kuartalan di bawah ekspektasi pasar, dipicu lonjakan biaya chip memori. Aksi jual kemudian merembet ke raksasa teknologi lain, termasuk Apple.

Kepala Riset Pepperstone, Chris Weston mengatakan investor kini cenderung beralih ke sektor defensif dengan pendapatan yang lebih stabil dan dapat diprediksi.

“Nuansa pasar saat ini menunjukkan rotasi ke area saham yang lebih defensif dan perusahaan dengan pendapatan yang tidak terlalu siklis,” ujar Weston.

Menurutnya, investor mulai menilai perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan artificial general intelligence (AGI) dengan perspektif baru karena dampaknya dinilai semakin tidak pasti dan berpotensi disruptif secara struktural.

Ekspektasi pemangkasan suku bunga juga menguat. Kini, Federal Reserve (The Fed) dipercaya akan menurunkan suku bunga  sepanjang tahun ini hingga 60 bps.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada rilis data inflasi yang dijadwalkan keluar di AS. Rilis data tersebut diperkirakan menjadi penentu arah pasar keuangan global karena akan memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga dari Federal Reserve.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: