Kredit Foto: Istimewa
Bursa Asia hari ini (12/2) diproyeksi akan tak banyak berubah usai menguat tipis pada perdagangan di Rabu (11/2). Investor tengah mencermati rilis data inflasi dari China.
Berikut adalah catatan pergerakan harga perdagangan terakhir dari Bursa Asia. Indeks Jepang ditutup pada perdagangan kali ini menyusul libur dari Hari Pembentukan Negara.
- Hang Seng (Hong Kong): Naik 0,31% ke 27.266,38
- CSI 300 (China): Turun 0,22% ke 4.713,82
- Shanghai Composite (China): Naik 0,09% ke 4.131,98
- Nikkei 225 (Jepang): Libur Hari Pembentukan Negara
- Topix (Jepang): Libur Hari Pembentukan Negara
- Kospi (Korea Selatan): Naik 1,00% ke 5.354,49
- Kosdaq (Korea Selatan): Turun 0,03% ke 1.114,87
Sebelumnya, Jepang mencatatkan lonjakan dalam pasar sahamnya hingga menyentuh rekor tertinggi, didorong optimisme pelaku pasar terhadap kemenangan telak koalisi dari Sanae Takaichi.
Dari China, data menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) pada bulan lalu naik lebih lambat dari ekspektasi pasar. Pada saat yang sama, indeks harga produsen (PPI) masih berada dalam zona deflasi, menandakan tekanan berkelanjutan pada sektor industri dan konsumsi domestik.
Kondisi tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa lemahnya harga dapat terus membebani laba korporasi, meskipun pemerintah telah meluncurkan sejumlah kebijakan untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Investor menilai pemulihan permintaan domestik masih berjalan lambat dan belum sepenuhnya solid.
Selain itu, pasar saham juga akan ditutup dengan waktu yang cukup lama menyusul libur terkait dengan Tahun Baru China.
Di kawasan lain, pergerakan pasar cenderung terbatas karena pelaku pasar bersikap hati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan dari Amerika Serikat. Data tersebut diperkirakan akan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed).
Baca Juga: Usai Bertemu Prabowo, Saham-saham Konglomerat Kompak Melaju Kencang
Pasar global kini menantikan sinyal lanjutan dari data ekonomi berbagai kawasan untuk mengukur ruang pelonggaran kebijakan moneter ke depan baik di Asia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: