Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jetour T2 Terbakar di Tol Jagorawi Usai Ditabrak BMW, Jetour Sales Indonesia: Itu Tabrak Samping, Bukan dari Belakang

Jetour T2 Terbakar di Tol Jagorawi Usai Ditabrak BMW, Jetour Sales Indonesia: Itu Tabrak Samping, Bukan dari Belakang Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Jetour Sales Indonesia menggandeng Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memaparkan hasil investigasi atas kejadian terbakarnya SUV Jetour T2 usai ditabrak sedan BMW di ruas Tol Jagorawi beberapa waktu lalu.

Baca Juga: SUV Jetour T2 Ditabrak Langsung Terbakar Hebat di Tol Jagorawi, Begini Tanggapan Jetour Indonesia

Penyampaian hasil investigasi dilakukan dalam rapat klarifikasi yang dipimpin Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan, Yusuf Nugroho.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua KNKT, Kasubdit Uji Tipe Kendaraan Bermotor, Ketua Tim Kelompok Substansi Sertifikasi Tipe Kendaraan Bermotor, perwakilan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Bekasi, serta manajemen PT Jetour Sales Indonesia.

Berdasarkan hasil investigasi, sistem keselamatan kendaraan dinyatakan bekerja sesuai desain dan standar yang ditetapkan.

Saat benturan terjadi, airbag mengembang penuh dan sisi penumpang tetap terlindungi. Struktur kendaraan disebut tetap stabil, tidak terguling, serta pintu masih dapat dibuka secara normal setelah benturan keras.

Menurut rilis perusahaan, temuan ini membuktikan Jetour T2 telah memenuhi struktur dan fungsi keselamatan kendaraan yang berlaku di Indonesia maupun internasional.

President Director PT Jetour Sales Indonesia, Peter Zhang mengklaim secara teknis, produk JETOUR telah memenuhi sejumlah standar keselamatan, termasuk ASEAN NCAP, ECE R153, dan ECE R34, serta regulasi lain yang menjadi acuan keselamatan kendaraan di pasar domestik.

"Analisis teknis lanjutan menyebutkan insiden tersebut merupakan tabrak samping, bukan tabrak belakang seperti yang sempat beredar," kata Zhang.

Ia juga mengklarifikasi kendaraan mengalami benturan ekstrem yang mengakibatkan roda depan dan belakang kiri mengalami kerusakan berat.

Kondisi itu menyebabkan bagian bawah kendaraan bergesekan langsung dengan permukaan aspal, memicu munculnya api sebagai dampak lanjutan pasca benturan keras hingga akhirnya kendaraan terbakar.

Zhang mengatakan sejak awal pihaknya berkomitmen menelaah insiden tersebut secara teknis, terbuka, dan berbasis fakta.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel: