Tren Karikatur ChatGPT di Indonesia jadi Ketiga Terbesar Asia-Pasifik, Bukti Antusiasme Tinggi pada Teknologi
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Fenomena tren karikatur berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui ChatGPT menjadi perbincangan hangat di jagat maya Indonesia. Dalam kurun waktu sebulan terakhir, penggunaan fitur ini melonjak hingga 5.100 persen dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan adopsi tren kreatif tercepat di kawasan Asia-Pasifik.
Berdasarkan laporan internal OpenAI yang diterima redaksi Warta Ekonomi, popularitas pencarian dan pembuatan "karikatur" melalui ChatGPT mencapai puncaknya pada 7 Februari 2026. Hal ini dipicu oleh viralnya unggahan-unggahan kreatif di berbagai platform media sosial.
"Kami melihat tren karikatur ChatGPT tengah ramai digunakan di banyak negara, termasuk di Indonesia. Bahkan, Indonesia menjadi salah satu negara dengan lonjakan tren terkait 'karikatur' yang paling signifikan di kawasan Asia-Pasifik," demikian keterangan resmi The Hoffman Agency selaku perwakilan OpenAI di Indonesia.
Dalam laporan yang dirilis Kamis (13/2/2026), Indonesia menduduki peringkat ketiga negara dengan lonjakan permintaan pesan (prompt) "karikatur" tertinggi di kawasan Asia-Pasifik. Australia menempati posisi pertama, disusul Singapura di posisi kedua. India dan Thailand masing-masing berada di peringkat keempat dan kelima.
Lebih detail lagi, volume pesan terkait karikatur di Indonesia meningkat drastis sebesar 5.100 persen pada minggu pertama Februari 2026 jika dibandingkan dengan minggu pertama Januari 2026. Lonjakan ini menunjukkan antusiasme masyarakat Indonesia dalam mengeksplorasi teknologi AI untuk kebutuhan ekspresi diri dan hiburan.
Hadirnya karikatur berbasis AI dinilai telah membuka ruang baru bagi masyarakat untuk menampilkan versi diri mereka dalam format yang lebih kreatif, personal, dan ekspresif. Pengguna dapat menggambarkan diri mereka dalam berbagai peran, profesi, atau situasi imajinatif yang kemudian dengan mudah dibagikan di media sosial.
"Fenomena ini tidak hanya menghadirkan konten visual yang unik, tetapi juga menjadi cara baru bagi banyak orang untuk menampilkan versi diri mereka dalam format yang lebih kreatif dan personal," tulis pernyataan tersebut.
Tren ini juga mendorong eksplorasi yang lebih luas terhadap fitur pembuatan gambar di ChatGPT. Tercatat, dalam periode 2-8 Februari 2026, penggunaan fitur pembuatan gambar di ChatGPT di Indonesia meningkat 73,2 persen dibandingkan periode yang sama pada Januari 2026. Hal ini mengindikasikan bahwa tren karikatur telah berhasil memperkenalkan lebih banyak pengguna pada potensi AI dalam menciptakan konten visual.
Menjelang bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari, OpenAI juga membagikan contoh prompt yang dapat digunakan masyarakat untuk menyesuaikan tren karikatur dengan suasana yang lebih relevan. Misalnya, pengguna dapat meminta AI untuk membuat karikatur bertema Ramadan, seperti:
“Ubah saya menjadi karikatur Ramadan sebagai tuan rumah buka puasa terbaik. Pakaian: meriah namun tetap sederhana. Perlengkapan: meja yang ditata indah dengan kurma, takjil, ketupat, dan minuman. Sertakan lampu gantung hias yang hangat dan suasana kebersamaan keluarga/komunitas. Ekspresi: ramah dan gembira.”
Baca Juga: OpenAI Siapkan Earbuds AI, ChatGPT Bisa Diajak Ngobrol Tanpa Buka HP! Ini Bocoran Fiturnya
Dengan kemudahan akses dan kemampuan personalisasi yang tinggi, tren karikatur AI diprediksi akan terus berkembang di Indonesia, seiring dengan semakin dekatnya momen-momen kebersamaan seperti Ramadan dan Hari Raya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: