Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sepanjang 2025, Vale Cetak 2 Jutan Ton Produksi dan Penjualan Bijih Nikel

Sepanjang 2025, Vale Cetak 2 Jutan Ton Produksi dan Penjualan Bijih Nikel Kredit Foto: Vale Indonesia
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Vale Indonesia Tbk (INCO), anggota holding industri pertambangan MIND ID, mencatatkan performa operasional yang solid di awal tahun 2026. Melalui proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, perseroan berhasil membukukan angka produksi dan penjualan mencapai 2,2 juta ton ore.

Capaian ini menjadi catatan strategis bagi emiten nikel tersebut, mengingat industri pertambangan global saat ini tengah dibayangi tekanan harga komoditas, tantangan rantai pasok, serta pengetatan standar keberlanjutan (ESG) yang semakin tinggi.

Direktur dan Chief Project Officer PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, mengungkapkan bahwa angka 2,2 juta ton tersebut merupakan representasi dari disiplin eksekusi dan perencanaan yang matang di tengah dinamika pasar yang fluktuatif serta tantangan cuaca.

"Capaian 2,2 juta ton penjualan ore pada awal tahun ini adalah buah dari kolaborasi dan komitmen bersama. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh karyawan, mitra kerja, kontraktor, pemerintah, serta seluruh stakeholder yang telah memberikan dukungan penuh sehingga operasional dapat berjalan dengan baik di tengah berbagai tantangan," ujar Asril dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (15/2/2026).

Asril menegaskan, keberhasilan ini tidak hanya bertumpu pada volume penjualan, tetapi juga konsistensi perseroan dalam menerapkan prinsip pertambangan yang bertanggung jawab, termasuk aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

Dari sisi teknis, Head of Mine Operation Bahodopi PT Vale Indonesia, Wafir, menjelaskan bahwa kesuksesan awal tahun ini didorong oleh penguatan sistem operasional dan perencanaan tambang yang terintegrasi antara tim proyek dan operasional.

"Kami terus meningkatkan efisiensi, pengendalian risiko, serta implementasi standar keselamatan dan lingkungan yang ketat untuk memastikan keberlanjutan proyek ke depan," kata Wafir.

Ia menambahkan, ketatnya persaingan di industri nikel memaksa perseroan untuk terus melakukan optimalisasi alat dan inovasi manajemen risiko. "Industri ini sangat dinamis. Karena itu, kami terus beradaptasi, memperkuat kolaborasi internal, dan menjaga komunikasi terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan," tuturnya.

Baca Juga: Bos Vale Sebut Kebijakan Biodiesel B40 Bebani Operasional

Sejalan dengan target produksi, PT Vale juga melaporkan kemajuan pada aspek lingkungan di Kabupaten Morowali. Hingga akhir Januari 2026, perseroan telah melakukan hydroseeding mencakup area seluas 16 hektare, mitigasi erosi dengan pemasangan alat pengendali erosi di sepanjang Mine Haul Road dan membangun fasilitas nursery yakni pusat pembibitan dengan kapasitas awal 400 ribu bibit per tahun guna mendukung reklamasi pascatambang.

Capaian awal 2026 ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi PT Vale (INCO) untuk mencapai target kinerja tahunan, sekaligus memberikan kontribusi ekonomi bagi daerah melalui penyerapan tenaga kerja dan kemitraan lokal di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: