Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sinyal Perang Dunia, Amerika Serikat (AS) Diam-diam Siapkan Operasi Militer Panjang di Iran

Sinyal Perang Dunia, Amerika Serikat (AS) Diam-diam Siapkan Operasi Militer Panjang di Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah menyiapkan skenario operasi militer berkelanjutan selama berminggu-minggu terhadap Iran. Hal ini menyusul meningkatnya ketegangan dari Washington dan Teheran.

Dikutip dari Reuters, Pejabat Gedung Putih mengatakan serangan dapat dilakukan kapan saja dan kini menunggu perintah langsung dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Baca Juga: Secanggih Apa Dua Kapal yang Dikirim Trump Mendekati Iran?

Perencanaan kali ini dilaporkan jauh lebih kompleks dibandingkan operasi sebelumnya yang menyerang fasilitas pengembangan nuklir dari Iran.

Dalam rencana serangan berkelanjutan terbaru ini, target serangan tidak hanya terbatas pada fasilitas nuklir, tetapi juga dapat mencakup fasilitas negara dan keamanan dari Iran. Namun, rincian spesifik target tidak diungkapkan.

Washington juga sepenuhnya memperkirakan dan bersiap menghadapi aksi balasan dari Iran. Hal itu berpotensi memicu rangkaian serangan dan pembalasan dalam jangka waktu panjang.

Sebelumnya, Trump berulang kali mengancam akan membom Iran. Hal itu terkait program nuklir, rudal balistik serta penindakan terhadap oposisi domestik dari Teheran. Ia menegaskan bahwa jika jalur diplomasi gagal, alternatifnya akan sangat traumatis.

Baca Juga: BYD Gugat Amerika Serikat, Tantang Kebijakan Tarif Trump

Seiring pernyataan tersebut, ia telah mengumpulkan kekuatan militer dekat negara tersebut termasuk mengirim kapal induk tambahan, ribuan personel, pesawat tempur, kapal perusak berpeluru kendali serta aset tempur lain yang mampu melakukan serangan sekaligus pertahanan.

Trump bahkan secara terbuka sempat melontarkan kemungkinan perubahan pemerintahan di Iran. Ia menyatakan hal tersebut mungkin menjadi hal terbaik yang bisa terjadi. Ia menolak menyebut siapa yang akan menggantikan kepemimpinan dari Iran.

“Selama 47 tahun mereka hanya bicara dan bicara,” ujar Trump.

Baca Juga: PBB Panik Lihat Rusia dan Amerika Serikat (AS) Kini Bebas Kembangkan Senjata Nuklir

Adapun Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan semua opsi masih terbuka termasuk pengerangan kekuatan militer dan operasi berkepanjangan di Iran.

“Trump memiliki semua opsi di atas meja terkait Iran. Ia mendengarkan berbagai pandangan, tetapi keputusan akhir diambil berdasarkan kepentingan terbaik bagi negara dan keamanan nasional,” kata Kelly.

Sebelumnya, Amerika Serikat juga mengerahkan dua kapal induk ke kawasan saat melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir dari Iran. Teheran saat itu hanya melakukan serangan balasan terbatas terhadap pangkalan dari Amerika Serikat di Qatar.

Baca Juga: Redakan Ketegangan, Begini Nilai Iran Soal Keseriusan Pembicaraan Nuklir Dengan AS

Terpisah, Iranian Revolutionary Guard telah memperingatkan bahwa jika wilayahnya diserang, pihaknya siap membalas dengan menyerang seluruh pangkalan militer dari Amerika Serikat di Timur Tengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: