Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Masih Jauh dari Tanda Reli, Begini Nasib Harga Bitcoin (BTC) Hari Senin (16/2)

Masih Jauh dari Tanda Reli, Begini Nasib Harga Bitcoin (BTC) Hari Senin (16/2) Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin kembali bergerak konsolidasi pada perdagangan Senin (16/2). Hal ini menyusul pandangan bahwa reli jangka panjang aset kripto terbesar di dunia tersebut belum pulih sepenuhnya.

Bursa Derivatif Kripto Deribit menilai struktur reli jangka panjang bitcoin masih “rusak” dan baru akan kembali utuh apabila harga mampu menembus level US$85.000. Adapun bitcoin hari ini diperdagangan dalam kisaran US$68.000.

Baca Juga: Sudah Ada Polanya, Analis Sebut Harga Bitcoin (BTC) Akan Turun Jadi Segini

Chief Commercial Officer Deribit, Jean-David Péquignot mengatakan bahwa kenaikan di atas US$85.000 akan menjadi sinyal kuat bahwa pembeli telah kembali menguasai pasar.

“Menembus US$85.000 akan mengonfirmasi bahwa pembeli telah mengambil alih kendali, setelah menyerap seluruh pasokan yang sebelumnya merusak prospek jangka panjang,” ujar Péquignot.

Ia menilai US$60.000 menjadi level penopang utama berikutnya. Level ini hampir tersentuh pada awal bulan ketika bitcoin tertekan seiring pelemahan saham teknologi global, khususnya sektor perangkat lunak.

Menurut Péquignot, US$60.000 merupakan level psikologis penting yang secara historis menjadi area berkumpulnya buy wall besar atau akumulasi order beli dalam jumlah signifikan.

Baca Juga: Gegara Hal Ini, Harga Bitcoin (BTC) Diproyeksi Turun Lebih Rendah Lagi

“Jika US$60.000 gagal bertahan pada penutupan harga, maka rata-rata pergerakan 200-minggu menjadi target logis berikutnya, dan bisa menjadi titik terakhir koreksi kali ini,” katanya.

Rata-rata pergerakan sederhana 200-week (200W SMA) selama ini dianggap sebagai indikator kunci bagi pelaku pasar yang mencari titik dasar harga di fase pasar bearish. Sejak 2015, sejumlah siklus penurunan bitcoin tercatat membentuk titik terendah di sekitar level tersebut, sehingga indikator ini dipantau ketat oleh trader.

“Pelaku pasar kemungkinan besar akan melihat area US$58.000–US$60.000 sebagai zona penopang terakhir,” kata Péquignot.

Baca Juga: Harga Bitcoin (BTC) Turun, Michael Saylor: Kami Akan Terus Beli Selamanya!

Kondisi konsolidasi ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase menunggu arah yang lebih jelas, di tengah tarik-menarik antara harapan pemulihan dan risiko koreksi lanjutan. Bagi Indonesia, pergerakan bitcoin dalam beberapa waktu ke depan diperkirakan masih akan sangat sensitif terhadap sentimen global serta dinamika pasar saham teknologi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: