Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sudah Ada Polanya, Analis Sebut Harga Bitcoin (BTC) Akan Turun Jadi Segini

Sudah Ada Polanya, Analis Sebut Harga Bitcoin (BTC) Akan Turun Jadi Segini Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin diperkirakan masih berpotensi turun lebih dalam, bahkan hingga kisaran US$40.000. Penurunan itu diprediksi terjadi seiring kondisi pasar kripto yang dinilai bergerak selaras dengan pola historis sebelumnya. 

CEO Transform Ventures, Michael Terpin mengaku skeptis terhadap sejumlah prediksi yang menyebut pasar kripto telah menemukan dasar harga. Ia menilai optimisme berlebihan justru tidak sejalan dengan dinamika siklus bitcoin sebelumnya.

Baca Juga: Gegara Hal Ini, Harga Bitcoin (BTC) Diproyeksi Turun Lebih Rendah Lagi

“Ketika banyak orang berpikir harga terendah ada di US$80.000. Pasar bearish hanya berlangsung enam minggu, itu terdengar tidak masuk akal,” kata Terpin.

Ia juga meragukan proyeksi bahwa bitcoin akan langsung bangkit setelah menyentuh US$60.000. Menurutnya hal itu terlalu dinia.

Meski tidak memprediksi penurunan berkepanjangan hingga satu tahun penuh, ia memperingatkan pasar masih menghadapi satu fase tekanan tambahan. Dalam lingkungan yang ia sebut masih rapuh, bitcoin berpeluang kembali ke area US$50.000. Bahkan menurutnya tidak menutup kemungkinan turun ke US$40.000.

Menurut Terpin, pergerakan ini tidak terlepas dari mekanisme halving bitcoin, yang merupakan bagian inti dari desain aset kripto tersebut. Halving terjadi sekitar setiap empat tahun dan memangkas separuh imbalan yang diterima penambang, sehingga laju penciptaan koin baru menurun.

Penurunan pasokan baru ini memperkuat kelangkaan bitcoin dan secara historis sering menjadi pemicu siklus bullish besar ketika pasokan yang menyusut bertemu dengan permintaan yang stabil atau meningkat.

“Kita berada tepat di fase yang seharusnya,” ujar Terpin.

Ia menambahkan bahwa salah satu elemen paling konsisten dari siklus sebelumnya adalah waktu puncak gelembung dan fase koreksi setelahnya.

Terpin mencatat bahwa dalam siklus-siklus sebelumnya, puncak pasar bullish biasanya terjadi pada kuartal keempat setelah halving, dengan fase spekulatif ekstrem berlangsung sekitar sembilan hingga 11 bulan.

Baca Juga: Ikut Pelemahan Nasdaq, Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (13/2) Turun ke US$65.000!

Bagi Indonesia, pandangan ini menjadi pengingat bahwa fluktuasi tajam masih berpotensi terjadi, dan pergerakan bitcoin dalam jangka pendek tetap sangat dipengaruhi oleh siklus historis serta sentimen global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: