Raksasa Eropa, Jepang dan China Berebut Proyek Hijau Danantara Indonesia
Kredit Foto: WE
PT Veolia Services Indonesia merupakan bagian dari perusahaan ini dan memiliki pabrik daur ulang dari Polyethylene Terephthalate (PET) di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur.
China Conch Venture Holding Limited (China)
China Conch Venture Holding Limited berasal dari Wuhu, Provinsi Anhui, China. Perusahaan ini merupakan perusahaan terbuka serta berafiliasi dengan Anhui Conch Group Co., Ltd.
Perusahaan ini memiliki lima lini bisnis utama, yakni proyek waste-to-energy, jasa logistik pelabuhan, material bangunan baru, energi baru serta investasi dan pengelolaan aset strategis.
Segmen waste-to-energy menjadi fokus utama perusahaan dengan fokus mulai dari teknologi insinerasi limbah, pengolahan limbah padat menjadi panas dan listrik, serta produksi peralatan pembangkit energi sisa panas.
Di Indonesia, Conch Venture pernah bekerja sama dengan PT Conch South Kalimantan Cement (PT CSKC). Ia aktif dalam program tanggung jawab sosial di Kalimantan Selatan.
Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering (Jepang)
Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering (MHIECE) merupakan pemain lama dalam sektor lingkungan dan energi bersih. Perusahaan ini terlibat dalam proyek TuasOne Waste-to-Energy Plant di Singapura.
Di China, MHIECE mengembangkan proyek Lao Gang Phase II. Ia merupakan salah satu proyek WtE terbesar di dunia.
Baca Juga: China Ikut Jadi 'Target' Rencana Serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran
Di Indonesia, MHIECE dan PLN Nusantara Power bekerja sama dalam proyek PLTSa Bantargevbang. Fasilitas tersebut mengolah seratus ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sekitar 750 kilowatt per jam.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar