Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Adhi Commuter Properti (ADCP) Hadapi Gugatan PKPU di Tengah Rugi Rp52,57 Miliar

Adhi Commuter Properti (ADCP) Hadapi Gugatan PKPU di Tengah Rugi Rp52,57 Miliar Kredit Foto: ADCP
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) tengah menghadapi permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh PT Burda Contraco. Perkara tersebut telah didaftarkan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan Nomor 237/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Niaga.Jak.Pst.

Permohonan PKPU diajukan karena Burda Contraco mengklaim ADCP belum melunasi pembayaran atas sejumlah pekerjaan di proyek Adhi City Sentul. 

Pekerjaan yang dimaksud meliputi pembangunan jembatan akses tahap II serta jasa pelaksana pembangunan rumah proyek. Berdasarkan hal tersebut, Burda Contraco menilai ADCP masih memiliki kewajiban yang belum diselesaikan sehingga memilih menempuh jalur hukum.

Merespons gugatan itu, Direktur Keuangan Adhi Commuter Properti, Achmad Wachid Abdullah menegaskan proses PKPU tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi keuangan maupun kegiatan operasional perusahaan. Perseroan juga memastikan hak-hak pemegang obligasi, sukuk, dan para kreditur tetap terpenuhi.

"Dengan demikian, perseroan tetap dapat menjalankan kegiatan usaha sebagaimana biasanya dan operasional perusahaan berjalan normal," kata dia dalam keterangan resminya, Jumat (7/8/2026).

Kinerja Keuangan ADCP Tertekan Kerugian

Di tengah proses hukum yang berlangsung, kinerja keuangan Adhi Commuter Properti (ADCP) masih berada di bawah tekanan pada semester I 2026. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp52,27 miliar, berbalik dari posisi laba bersih Rp32,69 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan kinerja itu sejalan dengan menyusutnya pendapatan usaha sebesar 32,42% menjadi Rp81,43 miliar, dibandingkan Rp120,51 miliar pada semester I 2025. Laba kotor juga turun menjadi Rp24,92 miliar dari Rp26,98 miliar.

Di sisi operasional, ADCP berhasil menekan beban umum dan administrasi menjadi Rp7,5 miliar dari sebelumnya Rp18,61 miliar. Namun, penurunan penghasilan lain-lain menjadi Rp8,53 miliar dari Rp14,99 miliar, ditambah kenaikan beban lain-lain menjadi Rp24,6 miliar dari Rp16,41 miliar, masih membebani kinerja perseroan.

Baca Juga: ADCP Lolos dari PKPU, Pengadilan Tolak Gugatan Mitra Proyek LRT City

Baca Juga: Pendapatan Adhi Karya Anjlok 18,37% di Semester I, Kini Jadi Rp3,11 Triliun

Baca Juga: Kementerian PKP Panggil ADCP, Minta Kejelasan Kasus 2.400 Pembeli Belum Terima Unit LRT City

Meski demikian, rugi usaha berhasil dipangkas menjadi Rp1,35 miliar, lebih rendah dibandingkan rugi usaha sebesar Rp6,95 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi neraca, total aset ADCP naik tipis menjadi Rp5,07 triliun hingga akhir semester I 2026, dibandingkan Rp5,05 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp4,71 triliun, sedangkan ekuitas turun menjadi Rp365,43 miliar.

Pada saat yang sama, akumulasi defisit perseroan bertambah menjadi Rp1,96 triliun dari Rp1,91 triliun pada akhir tahun lalu.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri