Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Koperasi Merah Putih Hadirkan Farmasi Murah dan Pembiayaan Super Mikro

Koperasi Merah Putih Hadirkan Farmasi Murah dan Pembiayaan Super Mikro Kredit Foto: BPMI Setpres
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Koperasi Merah Putih atau Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menghadirkan farmasi murah dan pembiayaan super mikro. Hal tersebut bertujuan menyediakan obat murah dan akses keuangan inklusif bagi warga desa agar tidak terjebak rentenir.

Dan pembangunan ekosistem KDKMP tersebut hingga kini telah memasuki tahap kesiapan yang sangat signifikan dengan 30.000 Koperasi Merah Putih siap berdiri. Ini disampaikannya dalam acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat (13/2/2026).

“Koperasi Merah Putih yang akan kita bangun dan sudah mulai sebentar lagi. Yang koperasinya sudah hampir berdiri adalah 30 ribu koperasi, 30 ribu gudang. Setiap koperasi punya gudang, punya cold storage, punya gerai-gerai. Di situ akan ada farmasi desa murah, obat generik akan sampai, akan ada klinik desa, akan ada gerai untuk super micro financing, untuk membantu menghilangkan peran daripada rentenir,” ungkapnya,  dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Senin (16/2).

Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Pemerintah untuk membangun infrastruktur ekonomi produktif secara masif hingga ke pelosok desa. Dengan 30.000 unit koperasi yang dilengkapi gudang, cold storage, gerai distribusi, fasilitas kesehatan dasar, serta akses pembiayaan mikro, KDKMP dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang secara langsung menghubungkan produsen lokal dengan pasar.

Kehadiran gudang dan cold storage di setiap koperasi akan memperpendek rantai distribusi komoditas pangan dan kebutuhan pokok, sehingga mengurangi ketergantungan pada perantara yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama tingginya harga di tingkat konsumen akhir. Dengan model ini, petani, peternak, dan nelayan dapat langsung memasok produk ke KDKMP tanpa melalui rantai tengkulak yang panjang. Hal ini selaras dengan komitmen Presiden untuk menekan ekonomi biaya tinggi dan memastikan bahwa nilai tambah ekonomi benar-benar dinikmati oleh produsen dan konsumen di akar rumput.

Presiden Prabowo juga menekankan bahwa Pemerintah akan mempermudah regulasi agar daerah-daerah yang mampu dapat mengakses pasar ekspor secara langsung, “Kalau dia mampu, kita akan permudah akses kepada ekspor. Dia bisa ekspor langsung. Kita akan buka pelabuhan-pelabuhan, lapangan-lapangan terbang boleh ekspor langsung. Kita akan permudah regulasi, supaya mereka bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi yang mendasar.”

Baca Juga: Purbaya Akan Salurkan THR ASN Awal Puasa, Berapa Besarannya?

Lebih lanjut, KDKMP juga dirancang untuk mendorong daya saing ekonomi lokal secara struktural. Keberadaan gerai farmasi desa murah dengan akses terhadap obat generik serta klinik desa akan menurunkan beban biaya kesehatan masyarakat, sehingga daya beli dapat teralokasi untuk kebutuhan produktif lainnya. Sementara itu, fasilitas super micro financing yang tersedia di setiap koperasi ditujukan untuk menghapus praktik rentenir yang selama ini membebani pelaku usaha kecil dan ultra-mikro dengan bunga mencekik.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh barang subsidi akan dapat diakses langsung oleh rakyat melalui KDKMP, sehingga menghilangkan celah penyelewengan dan kebocoran distribusi. Sumber pendanaan program ini berasal dari Dana Desa yang telah dialokasikan selama 10 tahun terakhir, yang kini diarahkan agar benar-benar sampai dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Presiden juga menyoroti capaian efisiensi fiskal Pemerintah yang menjadi fondasi pembiayaan program-program prioritas nasional. Di tahun pertama pemerintahan, telah dilakukan penghematan anggaran sebesar lebih dari Rp308 triliun (setara US$18 miliar) yang dialihkan dari belanja tidak produktif ke program-program berdampak langsung bagi rakyat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KMP.

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Badan Pengelola Investasi Danantara yang dalam kurun waktu kurang dari satu tahun telah menghasilkan efisiensi hingga empat kali lipat. Ke depan, Presiden menargetkan return on asset sebesar lebih dari tujuh persen, menunjukkan komitmen kuat terhadap pengelolaan aset negara yang produktif dan akuntabel.

Sebagai penutup, Presiden Prabowo menegaskan visi Indonesia Incorporated di mana seluruh elemen ekonomi baik besar, menengah, kecil, dan ultra-mikro bekerja sama secara sinergis. Komitmen terhadap pemberantasan korupsi, kepastian hukum, pemerintahan yang bersih dan adil, serta keterbukaan terhadap investasi menjadi pilar utama strategi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

“Kita terbuka untuk investasi dari mana pun, dan kita yakin bahwa kita akan bangkit dengan sangat meyakinkan. Yang besar, yang kuat, yang menengah, yang kecil, yang kurang, semua bekerja sama. Yang besar maju, tarik yang kurang kuat. Yang kuat, tarik yang lemah,” pungkas Presiden Prabowo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Bagikan Artikel: