Ditopang Penjualan Mobil Listrik, Penjualan Kendaraan Indonesia Naik 7 Persen pada Januari 2026
Kredit Foto: Antara/Wahyu Putro A
Pasar otomotif nasional memulai tahun 2026 dengan kinerja positif karena penjualan kendaraan baru di Indonesia naik 7 persen secara tahunan menjadi 66.447 unit pada Januari 2026, dibandingkan 62.084 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Data tersebut berdasarkan penjualan grosir yang dihimpun oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Kenaikan penjualan pada Januari turut dipengaruhi jumlah hari kerja yang lebih banyak dibandingkan Januari tahun lalu, menyusul pergeseran libur Tahun Baru Imlek yang tahun ini jatuh pada Februari. Namun, kondisi tersebut diperkirakan akan membuat penjualan Februari cenderung melemah.
Jika dibandingkan Desember 2025, pasar Januari memang terkoreksi cukup dalam. Pada Desember lalu, penjualan melonjak 18 persen menjadi 94.100 unit menjelang berakhirnya insentif impor kendaraan listrik baterai (battery electric vehicle/BEV) serta gencarnya promosi dari dealer. Secara bulanan, penjualan Januari turun 29 persen dari Desember.
Dari sisi makroekonomi, sentimen konsumen menunjukkan perbaikan dalam beberapa bulan terakhir setelah bank sentral memangkas suku bunga acuan sebesar 150 basis poin sejak September 2024 menjadi 4,75 persen.
Pertumbuhan ekonomi juga menguat, dengan produk domestik bruto (PDB) tumbuh 5,4 persen pada kuartal IV 2025 menjadi pertumbuhan tahunan tertinggi sejak 2022, ditopang konsumsi dan investasi domestik yang solid.
Secara segmen, penjualan kendaraan penumpang ringan meningkat 4,6 persen secara tahunan menjadi 50.643 unit pada Januari. Sementara itu, kendaraan komersial mencatat pertumbuhan lebih tinggi, melonjak lebih dari 15 persen menjadi 15.804 unit, didorong kuatnya distribusi truk pikap.
Sebaliknya, penjualan mobil penumpang bermesin pembakaran internal (ICE) berukuran kecil dalam program pemerintah “Mobil Hemat Energi Terjangkau” terus mengalami penurunan tajam, turun 22 persen menjadi 10.694 unit.
Di sisi lain, pengiriman BEV melonjak empat kali lipat menjadi 11.460 unit. Lonjakan ini terjadi seiring percepatan distribusi sebelum tenggat pendaftaran insentif BEV serta meningkatnya kapasitas produksi lokal.
Baca Juga: Indonesia-Malaysia Disebut Bakal Jadi Pemain Besar Rantai Pasokan Mobil Listrik di Asia Pasifik
Dari sisi merek, penjualan Toyota turun 9 persen secara tahunan menjadi 20.078 unit pada Januari. Daihatsu mencatat pemulihan signifikan dengan kenaikan 25 persen menjadi 12.513 unit setelah sempat tertekan tahun lalu.
Mitsubishi membukukan pertumbuhan kuat sebesar 37 persen menjadi 6.898 unit. Sementara itu, BYD naik ke posisi keempat setelah penjualannya melonjak empat kali lipat menjadi 4.879 unit.
Sebaliknya, Honda dan Suzuki menghadapi tekanan penjualan. Honda mencatat penurunan 45 persen menjadi 4.016 unit, sedangkan Suzuki turun 44 persen menjadi 2.783 unit.
Secara keseluruhan, produksi kendaraan nasional meningkat 7,5 persen menjadi 100.757 unit pada Januari. Kinerja ini turut ditopang kenaikan ekspor kendaraan rakitan utuh (completely built up/CBU) sebesar 20 persen menjadi 40.003 unit.
Meski awal tahun dibuka dengan pertumbuhan, lembaga riset GlobalData memperkirakan penjualan kendaraan ringan Indonesia sepanjang 2026 akan turun hampir 4 persen menjadi 721.000 unit, dari 729.000 unit pada 2025, sebelum kembali pulih secara moderat pada 2027.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat