Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Bank Indonesia (BI) menyoroti fluktuasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
Rupiah ditutup melemah pada perdagangan Kamis (19/2/2026). Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terkoreksi 0,06% ke level Rp16.894 per dolar AS.
Gubernur BI Perry Warjiyo menilai posisi rupiah saat ini berada di bawah nilai wajarnya dibandingkan dengan fundamental ekonomi nasional.
“Bank Indonesia memandang nilai tukar rupiah telah dinilai rendah (undervalued) dibandingkan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia,” kata Perry dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Baca Juga: Kredit Perbankan Tumbuh 9,96% pada Januari 2026, Bos BI Beberkan Penyebabnya
Ia menjelaskan, faktor inflasi, pertumbuhan ekonomi, imbal hasil, serta sejumlah indikator lainnya menunjukkan rupiah seharusnya lebih stabil dan cenderung menguat.
Perry menyampaikan, tekanan terhadap rupiah saat ini lebih dipengaruhi faktor teknikal global yang memicu tekanan jangka pendek.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: