Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BI Sebut Rupiah Sebenarnya Undervalued, Ini Penyebabnya

BI Sebut Rupiah Sebenarnya Undervalued, Ini Penyebabnya Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

“Faktor-faktor premi risiko, khususnya yang terjadi di global, memang terlihat menimbulkan tekanan jangka pendek terhadap nilai tukar,” ujarnya.

Perry menegaskan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilisasi nilai tukar dengan meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing, baik di pasar luar negeri melalui Non Deliverable Forward (NDF) maupun di pasar domestik.

“Dan tentu saja ini terus kita lakukan dengan keyakinan ke depan nilai tukarnya akan stabil dan cenderung menguat mengarah kepada fundamental,” ucapnya.

Selain intervensi pasar, Bank Indonesia juga mengoptimalkan instrumen moneter seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) guna menarik investasi portofolio asing.

Baca Juga: BI Kucurkan Insentif KLM Rp427,5 triliun, Bank BUMN Dapat Jatah Terbesar

Perry menyebut arus modal asing dalam dua bulan terakhir menunjukkan tren positif.

“Dan alhamdulillah selama dua bulan ini investasi portofolio asing terus masuk, sudah ada net flow dan itu akan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, dengan tetap memastikan kecukupan likuiditas di dalam negeri sebagaimana tercermin pada pertumbuhan uang primer yang selalu double digit,” pungkasnya.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: