Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bos Standard Chartered Ungkap Perubahan Iklim Sudah Mengganggu Ekonomi

Bos Standard Chartered Ungkap Perubahan Iklim Sudah Mengganggu Ekonomi Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Chief Executive Officer Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro menegaskan bahwa risiko iklim (climate risk) bukan lagi isu jangka panjang, melainkan ancaman langsung yang sedang terjadi dan berdampak nyata terhadap sektor keuangan, termasuk perbankan dan asuransi.

Donny menyampaikan eskalasi dampak perubahan iklim membuat pendekatan mitigasi jangka panjang tidak lagi memadai tanpa dibarengi langkah adaptasi segera.

Climate risk is becoming more evident kalau kita lihat sekarang. Jadi memang kita bicaranya bukan hanya preventif climate mitigation, climate risk mitigation, tapi lebih climate adaptation karena it’s already happening saat ini,” ujar Donny, dalam agenda OJK Institute Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (19/2/2026)

Ia menjelaskan bahwa meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana alam di berbagai negara menjadi indikator nyata bahwa dampak perubahan iklim telah memasuki fase yang memengaruhi aktivitas ekonomi secara langsung.

Baca Juga: Risiko Bencana Naik, Asuransi Diminta Ubah Skema Premi

“Kalau kita lihat di dunia memang terjadi peningkatan yang signifikan dari fenomena-fenomena dampak daripada perubahan iklim ini tadi. Jadi it’s real, clear and present danger,” katanya.

Donny menilai pendekatan risiko iklim tidak bisa lagi disamakan dengan agenda transisi energi atau ekonomi hijauyang umumnya dirancang dalam horizon jangka panjang. Menurutnya, risiko iklim membutuhkan respons yang lebih segera.

“Tidak lagi kalau kita bicara energi transisi misalnya, ekonomi hijau itu biasanya bicara 20–30 tahun. Tapi kalau kita bicara climate adaptation dan climate risk mitigation, memang it’s all about saat ini,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa dampak perubahan iklim bersifat lintas wilayah dan tidak mengenal batas geografis. Gangguan iklim di satu kawasan, kata Donny, dapat memicu efek berantai terhadap perekonomian di wilayah lain.

Baca Juga: OJK Minta Industri Siapkan Skema Asuransi Bencana

“Sekarang ini adalah clear and present danger dan saya rasa tidak mengenal boundaries. It happens everywhere dan bisa menimbulkan akibat di belahan dunia yang lain,” tambahnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: