Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sinyal Kuat dari Washington, Prabowo Siapkan Indonesia Ambil Peran dalam Stabilisasi Gaza

Sinyal Kuat dari Washington, Prabowo Siapkan Indonesia Ambil Peran dalam Stabilisasi Gaza Kredit Foto: Dok. BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah agenda diplomasi di Washington D.C., Presiden Prabowo Subianto menyoroti perkembangan terbaru situasi kemanusiaan di Gaza. Pernyataan itu disampaikan setelah rangkaian pertemuan internasional yang membahas stabilitas kawasan Timur Tengah.

Kunjungan Prabowo ke Amerika Serikat berkaitan dengan partisipasinya dalam forum Board of Peace serta komunikasi bilateral dengan sejumlah pemimpin dunia. Isu Gaza menjadi salah satu pembahasan utama dalam dialog tersebut.

Dalam keterangannya kepada media, Prabowo menyampaikan bahwa proses pertemuan berjalan konstruktif.

“Ya, alhamdulillah tadi berjalan dengan baik, lancar ya. Kita lihat kemajuan-kemajuan yang sudah dicapai,” ujarnya.

Ia menilai distribusi bantuan kemanusiaan menunjukkan tren positif. Menurutnya, aliran makanan dan kebutuhan dasar bagi warga Gaza berada pada level yang relatif tinggi dibanding beberapa tahun terakhir.

“Sementara saya kira aliran bantuan makan, kebutuhan rakyat Gaza saya kira tertinggi selama beberapa tahun. Jadi makan cukup, kebutuhan-kebutuhan lain mengalir deras,” kata Presiden.

Pernyataan itu menekankan aspek kemanusiaan sebagai fondasi awal menuju stabilitas.

Meski terdapat perkembangan, Prabowo mengingatkan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang. Ia menyebut berbagai tantangan politik dan keamanan masih membentang di depan.

“Nampaknya sangat serius ya. Walaupun kita bertekad untuk ini berhasil karena ini memberi harapan, perdamaian, saya juga ingatkan masih banyak hambatan, rintangan, obstacles,” ujarnya. 

Dalam forum yang sama, sejumlah negara Muslim juga menyampaikan komitmen bersama untuk mendorong penyelesaian konflik. Sementara itu, Indonesia tetap konsisten memperjuangkan perdamaian berkelanjutan bagi rakyat Palestina.

“Kita tentunya komit, tadi beberapa negara-negara muslim semua menegaskan komitmen kita untuk benar-benar mencapai lasting peace,” tegas Prabowo. 

Ia kembali menekankan bahwa penyelesaian konflik harus berpijak pada kerangka politik yang jelas.

“Bagi kita the real, the only long lasting solution is a two-state solution (satu-satunya rencana yang bisa bertahan lama adalah solusi dua negara),” ujar Presiden.

Selain diplomasi politik, Indonesia juga membuka peluang kontribusi dalam misi internasional. Pemerintah menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam proses stabilisasi jika terdapat mandat yang disepakati.

Prabowo mengungkapkan adanya permintaan agar Indonesia menempati posisi Wakil Komandan atau Deputy Commander dalam struktur misi tersebut. “Ya, mereka minta kita jadi Deputy Commander,” katanya.

Ia juga menyebut kemungkinan pengiriman tim awal dalam waktu dekat.

“Mungkin, ya kelompok-kelompok advance, mungkin tidak lama lah, mungkin satu-dua bulan ini,” ungkap Presiden.

Kesiapan tersebut tidak terlepas dari pengalaman panjang Indonesia dalam misi penjaga perdamaian PBB. Selama bertahun-tahun, personel Indonesia telah bertugas di berbagai wilayah konflik dunia.

Kehadiran Prabowo di Washington memperlihatkan intensitas komunikasi Indonesia dalam isu Timur Tengah. Diplomasi yang dijalankan menempatkan bantuan kemanusiaan dan solusi politik sebagai dua jalur yang berjalan bersamaan.

Langkah ini mempertegas posisi Indonesia sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif yang berorientasi pada kemanusiaan. Agenda di Amerika Serikat menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian upaya tersebut.

Baca Juga: Prabowo dan Trump Teken Perjanjian Dagang, Tarif RI Tetap 19%

Perkembangan di Gaza akan sangat dipengaruhi oleh konsistensi komitmen internasional dan stabilitas keamanan di lapangan. Indonesia menyatakan siap mengambil peran konstruktif dalam kerangka hukum dan mandat global.

Dengan kombinasi diplomasi, dukungan kemanusiaan, serta kesiapan misi internasional, Indonesia menempatkan diri dalam percakapan inti penyelesaian konflik. Pernyataan Prabowo di Washington menjadi sinyal bahwa keterlibatan tersebut bukan sekadar simbolik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: